Campus League 2026 Basket Fase Nasional Resmi Bergulir di UPH

Share

Turnamen bola basket tingkat nasional Campus League 2026 – Basketball The Nationals resmi bergulir mulai Minggu (7/6/2026) hingga Sabtu (13/6/2026) di Basketball Court Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang. Dilansir dari Bola, fase puncak ini mempertemukan perwakilan tim kampus terbaik dari lima regional yaitu Surabaya, Yogyakarta, Samarinda, Bandung, dan Jakarta.

Acara pembukaan dihadiri oleh jajaran pimpinan liga, kampus mitra, serta perwakilan DPD PERBASI Banten. Kompetisi menggunakan sistem setengah kompetisi (round-robin) pada penyisihan grup hingga 11 Juni, dilanjutkan babak semifinal pada 12 Juni, dan perebutan juara pada 13 Juni 2026. Pemenang kategori putra akan mewakili Indonesia di Asian University Basketball League (AUBL) pada Januari 2027 menghadapi kampus-kampus dari berbagai negara Asia.

CEO Campus League, Ryan Gozali menyatakan bahwa fase nasional ini merupakan momentum pembuktian bagi tim juara maupun runner-up dari masing-masing wilayah.

“Hari ini hari yang sangat spesial karena The Nationals pertama, kalian jadi sejarah dari perjalanan panjang Campus League. Kami terinspirasi dengan liga kampus dari negara-negara maju di mana olahraga kampus bisa jadi kebanggaan untuk banyak orang. Kami berharap banyak talenta baru yang muncul, jadi tunjukkan level tertinggi kalian. Semoga ini awal dari mimpi besar kami,” ujar Ryan Gozali.

Pihak tuan rumah turut memastikan kesiapan fasilitas demi kelancaran kompetisi yang berlangsung selama satu pekan penuh ini.

“Kami bersyukur dan bangga menyambut rekan-rekan student-athlete, kami berharap semuanya bisa berjalan dengan baik, aman dan nyaman. Kami tidak sekedar mencari kemenangan, tapi juga agar bisa bergandengan tangan. Kami berharap dalam perjalanannya kompetisi ini bisa menjadikan kita untuk terus berkembang, maju dan saling terkoneksi,” ucap Dr. Andry M. Panjaitan, Associate Vice President of Student Development, Alumni and Corporate Relation UPH.

Dukungan terhadap pelaksanaan kompetisi di wilayah Banten ini juga disampaikan oleh asosiasi provinsi bola basket setempat.

“Saya mengucapkan terima kasih pada Campus League yang sudah menempatkan Banten sebagai tempat pertama final The Nationals, ini suatu kebanggaan buat kami. Bola basket sekarang menuju tempat yang lebih tinggi dan kerja sama sangat diperlukan untuk mengembangkan basket. Kami berharap agar di musim berikutnya, Campus League bisa menjangkau regional lain, sehingga perkembangan olahraga khususnya basket semakin merata,” tutur Tikky Suwantikno, Wakil Ketua DPD PERBASI Banten.

Pada pertandingan hari pertama sektor putri, tim tuan rumah UPH Tangerang berhasil membalas kekalahan final regional dengan menundukkan juara Regional Jakarta, BINUS Jakarta, lewat skor ketat 61-51.

“Ada pepatah, manusia bijak adalah manusia yang belajar. Jadi kita belajar apa kesalahan kita dan kita komitmen untuk memperbaiki, khususnya di defense.,” ujar Fajar Kusumasari, Pelatih Tim Putri UPH.

Fajar menekankan pentingnya konsistensi permainan agar keunggulan di awal laga tidak terbuang sia-sia pada kuarter akhir.

“Tim seringkali bagus di awal tapi enggak menyelesaikan pertandingan dengan kuat. Jadi saya bilang ke anak-anak kalau leading di awal tapi akhirnya kalah kan sayang, jadi saya memotivasi mereka, penting defense enggak kemasukan, dan offense-nya jalani sesuai rencana,” lanjut Fajar Kusumasari.

Kesiapan mental dan kemampuan menikmati pertandingan menjadi kunci utama bagi punggawa tuan rumah dalam meraih kemenangan perdana.

“Sebelumnya kita terlalu fokus sama hasil dan ingin menang, jadi buru-buru, enggak enjoy. Tapi hari ini dari selesai sampai sini. Kami persiapkan untuk pertandingan ini, jadi kami kasih yang terbaik. Kemarin terlalu fokus dengan hasilnya, sekarang tujuannya love the process, enggak peduli hasilnya apa, tapi menikmati prosesnya,” kata Jesslyne Jaya Wiyanto, pemain center UPH Tangerang yang menyumbang 14 poin.

Sementara itu, pada kategori putra, runner-up Regional Jakarta, Binus, berhasil mengalahkan jawara Regional Bandung, Universitas Kristen Maranatha, dengan skor akhir 66-52.

“Karena ini sudah masuk The Nationals, pasti enggak ada tim yang bisa dianggap remeh, semuanya do or die. Jadi kami harus maksimalkan, dan kita sempat scouting beberapa pemain, salah satunya I Made Duta, pemain yang harus diwaspadai dengan semua skill yang dia punya, dan untungnya kami bisa mengatasi hal itu,” kata Halmaheranno Aprianto Lolaru Hady, Guard Binus.

Kemenangan di laga pembuka meningkatkan optimisme tim untuk fokus pada pemulihan fisik demi mengejar target juara menuju AUBL.

“Ya, tentunya yang utama kami recovery. Kami harus baik dan maksimal secara recovery, kita harus bisa membalikkan keadaan tubuh kita, kondisi fisik hingga fit kembali. Namun, apa pun keadaannya kami harus yakin, siapapun lawannya dan bagaimanapun keadaannya,” ujar Halmaheranno Aprianto Lolaru Hady.

Pemain yang akrab disapa Anno ini kembali menegaskan bahwa persaingan di fase nasional sangat merata karena mempertemukan tim-tim terbaik daerah.

“Enggak ada yang bisa dianggap remeh, semua adalah tim-tim terbaik dari tiap regional. Itu bukan suatu hal yang bisa dipandang sebelah mata. Kami harus tetap maksimal game by game,” ucap Halmaheranno Aprianto Lolaru Hady.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author