Cahya Supriadi Perpanjang Kontrak Dua Musim di PSIM Yogyakarta
Penjaga gawang Cahya Supriadi resmi menyepakati perpanjangan kontrak berdurasi dua musim bersama klub PSIM Yogyakarta pada Jumat (5/6/2026). Keputusan strategis ini diambil oleh manajemen Laskar Mataram setelah sang pemain menunjukkan performa impresif di kompetisi sepak bola nasional.
Pengumuman resmi mengenai masa depan kiper berusia 23 tahun tersebut disampaikan langsung oleh pihak manajemen klub. Dilansir dari Bola, kesepakatan baru ini didasari atas penampilan konsisten yang ditunjukkan Cahya di bawah mistar gawang sepanjang musim 2025/2026.
Statistik mencatat pemain bertinggi badan 179 cm itu bermain dalam 32 pertandingan dari total 34 laga yang diarungi timnya. Eks penjaga gawang Timnas Indonesia U-22 tersebut membukukan 107 penyelamatan, satu assist, serta melepaskan 595 umpan akurat dari 797 kali percobaan.
Kenyamanan menjadi faktor krusial yang membuat proses negosiasi antara kedua belah pihak berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
"Alasan utama saya memperpanjang kontrak karena saya sudah merasa sangat nyaman berada di Yogyakarta. Kenyamanan ini saya rasakan, baik dari kotanya maupun dari segala atmosfer sepak bola yang telah saya lalui selama satu musim ini," ujar Cahya Supriadi, Kiper PSIM Yogyakarta.
Dukungan penuh dari pihak internal juga memperkuat komitmen sang penjaga gawang untuk tetap bertahan di Kota Gudeg.
"Selain itu faktor keluarga yang saat ini masih terus mendampingi dan mendukung saya di sini, sehingga proses negosiasi dapat berjalan dengan lancar hingga saya sepakat untuk bertahan dua musim ke depan," lanjut Cahya Supriadi, Kiper PSIM Yogyakarta.
Menghadapi tahun keduanya bersama skuad Naga Jawa, pemain kelahiran Karawang ini mengusung target tinggi demi mendongkrak prestasi tim ke level yang lebih baik.
"Masuk ke musim kedua, harapan saya adalah bisa tampil konsisten untuk mempertahankan posisi sebagai kiper utama dan selalu memberikan kontribusi terbaik bagi tim," kata Cahya Supriadi, Kiper PSIM Yogyakarta.
Ia juga menjadikan keraguan dari berbagai pihak luar sebagai bahan bakar motivasi tambahan untuk membuktikan kualitas tim di lapangan.
"Saya tahu saat ini banyak pihak yang meragukan kami, tetapi hal itu justru menjadi motivasi besar. Kami ingin membuktikan kemampuan terbaik di lapangan dan membawa PSIM bersaing ketat di papan tengah hingga papan atas kompetisi," tegas Cahya Supriadi, Kiper PSIM Yogyakarta.