Satgas PRR Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatera
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus mengawal pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi. Pemulihan ini difokuskan pada tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, seperti dikutip dari Detikcom.
Sejumlah proyek penanganan jalan, jembatan, tanggul, serta pengendalian sungai dipastikan berjalan sesuai dengan target yang ditetapkan. Langkah pemantauan ini dilakukan secara terpadu bersama Balai Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, beserta seluruh pelaksana proyek di lapangan.
Tim Satgas turun langsung ke beberapa titik prioritas guna meninjau perkembangan pekerjaan sekaligus menyerap kendala operasional. Hambatan yang diidentifikasi meliputi pemenuhan kebutuhan material, pembebasan lahan, hingga ketersediaan pasokan bahan bakar untuk alat berat.
Kemajuan penanganan longsor, perbaikan badan jalan, penguatan lereng, dan pembangunan dinding penahan tanah menunjukkan tren positif di Aceh Tengah. Satgas mendorong agar pengerjaan pada titik-titik kritis diselesaikan lebih cepat demi mengantisipasi gangguan akses transportasi saat curah hujan meningkat pada akhir tahun.
Proyek jalan dan jembatan yang menghubungkan Aceh Tengah dengan Gayo Lues juga terus dipacu. Kerusakan berat pada ruas-ruas jalan tersebut akibat longsor kini masuk dalam tahap penanganan intensif, yang dibarengi dengan normalisasi sungai serta penguatan tebing.
"Satgas menekankan pentingnya sinergi antara pembangunan infrastruktur jalan dan pengendalian aliran sungai agar hasil pemulihan dapat bertahan dalam jangka panjang," demikian keterangan resmi Satgas PRR, Minggu (7/6/2026).
Pembangunan tanggul pengaman sungai di Gayo Lues turut menjadi perhatian utama demi melindungi pemukiman warga dan lahan produktif. Mengingat tingginya intensitas hujan, Satgas meminta target penyelesaian yang semula dijadwalkan pada Agustus dapat dipercepat.
Akses Utama di Aceh Tenggara
Peninjauan langsung juga menyasar Kawasan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, untuk memantau pembangunan tanggul pengendali banjir, jalan, serta jembatan penunjang akses masyarakat. Para pekerja di lokasi tersebut bahkan melakukan percepatan pembangunan hingga malam hari.
Masukan mengenai pemulihan layanan publik dan usulan perbaikan fasilitas kesehatan ditampung dalam pertemuan bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dan unsur Forkopimda. Seluruh usulan tersebut akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan kementerian dan lembaga terkait.
Dampak positif dari penguatan dinding sungai mulai dirasakan oleh warga Desa Kutagaluh, Kecamatan Lawe Bulan. Pemerintah desa menyampaikan apresiasi atas pembangunan tanggul yang mampu meminimalkan kekhawatiran masyarakat terhadap ancaman banjir susulan.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan pemulihan infrastruktur dasar menjadi prioritas utama di tiga provinsi terdampak.
"Yang diprioritaskan adalah infrastruktur, sungai, jalan, jembatan, perdagangan, pertanian, kemudian huntap juga penting supaya masyarakat tidak terlalu lama di huntara," kata Tito usai rapat dengan Ketua Tim Pengarah Satgas PRR Pratikno di Jakarta beberapa waktu lalu.