Ofcom Ungkap Penyebab Sinyal HP Sering Hilang di Dalam Kereta
Gangguan sinyal seluler saat melakukan perjalanan dengan kereta ternyata menjadi persoalan global. Dikutip dari Detikcom, riset terbaru di Inggris menunjukkan bahwa jaringan seluler di dalam kereta masih sering mengalami masalah stabilitas.
Kondisi ini membuat penumpang kesulitan melakukan aktivitas digital sederhana. Kegiatan seperti berselancar di media sosial, pengaliran video, hingga panggilan video kerap terganggu sepanjang perjalanan.
Regulator telekomunikasi Inggris, Ofcom, melaporkan kualitas sinyal di mayoritas jalur kereta belum memenuhi standar minimum. Menjaga konektivitas tetap stabil di atas rel menjadi tantangan besar bagi banyak negara.
Ofcom melakukan pengujian kualitas sinyal pada 24 jalur kereta yang tersebar di Inggris, Skotlandia, dan Wales. Hasilnya mempelihatkan belum ada satu pun operator seluler yang mampu menyediakan koneksi internet stabil secara konsisten.
Operator EE mencatat performa terbaik, namun hanya memenuhi standar koneksi memadai sebesar 42 persen waktu perjalanan. Sementara itu, Three mencatat 21 persen, O2 sekitar 20 persen, dan Vodafone hanya mencapai 17 persen.
Standar minimum Ofcom mencakup kecepatan unduh 5 Mbps, unggah 1,5 Mbps, serta latensi 50 milidetik. Standar ini merupakan batasan ideal untuk berselancar di media sosial dan menonton video daring.
Mayoritas jaringan seluler gagal memenuhi batas standar tersebut selama perjalanan kereta berlangsung. Ofcom bahkan mengistilahkan bahwa bagi banyak penumpang, "naik kereta berarti kehilangan koneksi internet" (going off grid).
Faktor Penyebab Hambatan Sinyal
Terdapat dua faktor utama yang memicu gangguan koneksi internet di dalam gerbong kereta. Faktor pertama berkaitan dengan penyebaran kualitas sinyal dari menara telekomunikasi di sekitar jalur kereta yang belum merata.
Kualitas jaringan dapat menurun drastis saat kereta melewati area pedesaan, wilayah perbukitan, atau kawasan dengan infrastruktur telekomunikasi terbatas. Faktor kedua bersumber dari desain interior dan material gerbong kereta itu sendiri.
Penggunaan material logam dan kaca khusus pada gerbong berpotensi menahan dan mengurangi kekuatan sinyal yang masuk ke perangkat penumpang. Masalah ini juga berdampak pada layanan WiFi kereta yang hanya memenuhi standar performa baik sekitar 1 persen waktu perjalanan.
Ofcom menyebutkan bahwa sejumlah operator kereta masih memakai teknologi lama. Selain itu, mereka juga menerapkan pembatasan kecepatan internet dalam jumlah yang cukup besar.
Rencana Solusi dan Investasi
Pemerintah Inggris berencana memanfaatkan teknologi satelit orbit rendah (LEO) untuk mengatasi persoalan ini. Anggaran dana sebesar £57 juta disiapkan guna menginvestasikan peningkatan kualitas internet di transportasi kereta.
Langkah penanganan tersebut menegaskan bahwa penyediaan konektivitas di jalur rel tetap menjadi tantangan di negara maju. Bagi pengguna moda transportasi massal seperti KRL, MRT, maupun LRT di Indonesia, fenomena hilangnya sinyal ini menjadi gambaran tantangan serupa yang dihadapi dunia internasional.