SMAN 1 Pangkalan Bun Menang LKBB-PB Kalteng 2026
Regu SMAN 1 Pangkalan Bun berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Kreasi Baris Berbaris dan Pengibaran Bendera (LKBB-PB) tahun 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang diselenggarakan di Halaman Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Sabtu (6/6/2026).
Kemenangan ini membawa sekolah tersebut melaju sebagai wakil provinsi ke LKBB-PB tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Agustus mendatang, bertepatan dengan Hari Konstitusi, seperti dilansir dari Detikcom.
Pengumuman pemenang dilakukan oleh dewan juri yang berasal dari unsur TNI, Kepolisian, dan Purna Paskibraka Indonesia dengan rincian nilai sebagai berikut:
| Peringkat | Nama Sekolah | Total Nilai |
|---|---|---|
| Juara 1 | SMAN 1 Pangkalan Bun | 8175 |
| Juara 2 | SMAN 3 Pangkalan Bun | 8020 |
| Juara 3 | SMAN 2 Sampit | 7868 |
Deputi Bidang Administrasi Sekretariat Jenderal MPR RI, Heri Herawan memberikan piala juara pertama secara langsung kepada Komandan Regu SMAN 1 Pangkalan Bun, Akbar Firmansyah, pada acara penutupan hari Minggu (7/6/2026).
Pejabat MPR RI tersebut mengingatkan perwakilan Kalteng untuk meningkatkan porsi latihan demi menghadapi kompetisi yang lebih ketat di tingkat nasional.
"Persaingan nanti di Jakarta sangat ketat. Perwakilan Provinsi Kalteng harus berlatih lagi. Jangan terlalu percaya diri merasa terbaik karena di Jakarta persaingan semakin ketat. Dari provinsi-provinsi lain juga menampilkan yang terbaik," katanya dalam keterangannya, Minggu (7/6/2026).
Heri menambahkan bahwa aktivitas baris berbaris dan pengibaran bendera Merah Putih sarat akan implementasi nilai-nilai Empat Pilar MPR RI.
"Ada nilai-nilai seperti kedisiplinan, kekompakan, ada makna Bhinneka Tunggal Ika, makna simbol bendera Merah Putih,," tuturnya.
Prinsip gotong royong dinilai tercermin secara nyata melalui keselarasan gerakan dari seluruh anggota regu saat berbaris.
"Nilai gotong royong terefleksi secara simbolis dalam setiap gerakan baris berbaris, ketika yang lebih kuat menyesuaikan langkah dengan yang lebih lemah, ketika barisan depan memberi teladan dan barisan belakang memberi kerapian, serta kesinambungan formasi," katanya.
Lebih lanjut, ia menjabarkan arti filosofis dari warna bendera nasional yang dikibarkan oleh para peserta.
"Simbol Merah Putih, warna merah dimaknai sebagai keberanian, sedangkan warna putih melambangkan kesucian niat dan ketulusan perjuangan," tuturnya.
Pihak sekolah menyatakan bahwa keberhasilan ini dicapai melalui perjuangan berat, termasuk perjalanan darat selama 10 jam menuju Palangka Raya serta keterbatasan dana operasional.
"Dibandingkan dengan sekolah lain, kami mengalami keterbatasan dana. Di tengah keterbatasan ini, kami tetap bisa hadir di LKBB-PB," ungkap Guru pendamping SMAN 1 Pangkalan Bun, Anike Aviyani Putri.
Anike mengapresiasi dedikasi tinggi para siswa yang tetap gigih berlatih dalam kondisi hujan hingga malam hari menjelang perlombaan.
"Perjuangan anak-anak sangat luar biasa. Saya melihat totalitas anak-anak dalam berlatih. Tadi malam, kami baru selesai pukul 22.00, hujan-hujanan, di tempat penginapan pun kami melakukan latihan. Tadi komandan regu sempat pingsan kekurangan oksigen setelah tampil," jelasnya.
Manajemen tim kini memfokuskan program pada pemantapan keterampilan untuk mempersiapkan performa terbaik di Jakarta.
"Persiapan menghadapi LKBB-PB tingkat nasional di Jakarta tentu kami akan terus berlatih untuk mengasah kemampuan dan skill anak-anak. Kami akan memberikan yang terbaik," katanya.
Rasa syukur juga diutarakan oleh pemimpin regu yang sempat mengalami kendala fisik berupa pingsan akibat kelelahan seusai unjuk gigi.
"Memang tadi sempat pingsan setelah tampil. Tapi, rezeki (kemenangan) sudah ada yang mengatur. Kami latihan tadi malam, hujan-hujanan, kecapekan. Tapi alhamdulillah perjuangan itu dibalas dengan yang setara menjadi juara pertama," ujar Komandan Regu SMAN 1 Pangkalan Bun, Akbar Firmansyah.
Pihak regu kini melihat ketersediaan waktu yang cukup sebagai momentum berharga untuk memperkuat ketahanan fisik dan teknik gerakan.
"Menghadapi LKBB-PB tingkat nasional, kami memiliki waktu persiapan lebih lama. Kami akan berlatih lebih keras lagi," pungkasnya.