Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Lima Orang

Share

Serangan udara militer Israel di wilayah Lebanon Selatan menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai puluhan warga sipil pada Sabtu (6/6/2026) pagi. Aksi saling serang ini terus berlanjut di tengah kesepakatan gencatan senjata bersyarat antara Israel dan kelompok Hizbullah yang dimediasi oleh Amerika Serikat.

Dilansir dari Detikcom melalui laporan Aljazeera, Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi bahwa gempuran Israel di kota Saksakiyeh, distrik Sidon, merenggut dua nyawa. Selain korban meninggal, serangan di wilayah tersebut juga mengakibatkan 22 orang mengalami luka-luka, termasuk seorang wanita dan tiga anak-anak.

Pada lokasi berbeda di wilayah selatan, tiga prajurit militer Lebanon dilaporkan tewas setelah sebuah serangan udara menghantam kendaraan operasional mereka. Berdasarkan informasi dari AFP, tentara Lebanon mengecam keras tindakan tersebut karena mengenai personel resmi negara, termasuk seorang perwira.

"Sejumlah personel militer, termasuk seorang perwira, gugur dalam serangan biadab Israel yang menargetkan sebuah kendaraan militer di ruas jalanan Khardali-Nabatieh," demikian pernyataan militer Lebanon via media sosial X.

Pihak Angkatan Bersenjata Israel memberikan respons mengenai operasional mereka yang menyasar kendaraan militer Lebanon tersebut. Israel berdalih pergerakan kendaraan itu dinilai mencurigakan di area yang telah dikosongkan akibat konflik.

"bergerak secara mencurigakan" kata militer Israel.

Pihak Tel Aviv menekankan bahwa target utama dari operasi militer di wilayah tersebut merupakan kelompok bersenjata bentukan Iran, bukan angkatan bersenjata resmi pemerintah Lebanon.

"sedang meninjau insiden tersebut" tambah militer Israel.

"beroperas melawan organisasi teroris Hizbullah, bukan melawan tentara Lebanon" klaim militer Tel Aviv.

Konflik bersenjata antara Israel dan Hizbullah sejatinya diatur dalam kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak 17 April lalu, namun implementasi di lapangan kerap diabaikan. Kedua belah pihak berulang kali saling melempar tuduhan terkait pelanggaran komitmen perdamaian tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author