Ibu Hamil Anak Laki-laki Suka Makanan Asin Ternyata Mitos

Share

Banyak ibu hamil penasaran dengan jenis kelamin janin di dalam kandungan. Kondisi ini membuat sebagian orang menebak jenis kelamin bayi berdasarkan kebiasaan atau preferensi makanan sang ibu.

Salah satu kepercayaan yang beredar menyebutkan bahwa ibu yang mengandung bayi laki-laki cenderung mengidam makanan asin, gurih, atau berprotein tinggi. Dikutip dari HaiBunda, para ahli menyatakan bahwa melihat jenis kelamin dari pola mengidam belum memiliki bukti ilmiah.

Meskipun tanda non-ilmiah tersebut telah dibantah, hal ini tetap menjadi cara yang menyenangkan untuk menghabiskan waktu. Berikut adalah beberapa makanan yang sering dikaitkan dengan kehamilan bayi laki-laki beserta penjelasan medisnya.

Sebagian orang percaya bahwa keinginan mengonsumsi makanan gurih dan asin menandakan kandungan berjenis kelamin laki-laki. Sebaliknya, keinginan mengonsumsi makanan manis seperti cokelat atau es krim sering dikaitkan dengan bayi perempuan.

Keinginan makanan asin ini dapat berkisar dari keripik kentang, pretzel, kacang-kacangan, hingga ayam goreng. Namun, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan keinginan makanan tersebut dapat membantu menentukan jenis kelamin bayi.

Para ahli menjelaskan bahwa keinginan spesifik ini dipicu oleh fluktuasi hormonal normal selama masa kehamilan. Faktor lain seperti kebosanan, kelelahan, atau stres juga turut memengaruhi kondisi tersebut.

Mengidam Acar

Keinginan kuat terhadap acar juga sering dianggap sebagai tanda akan melahirkan bayi laki-laki. Bukti medis menunjukkan bahwa keinginan makanan tidak dapat menentukan jenis kelamin bayi yang belum lahir.

Keinginan makan selama kehamilan berkaitan dengan faktor kompleks, termasuk ketersediaan dan akses terhadap makanan tertentu. Ibu hamil yang mudah mengakses acar cenderung lebih menginginkannya, sementara yang tidak terbiasa tidak akan mencarinya.

Keinginan kuat terhadap acar dapat menjadi indikasi bahwa tubuh memerlukan lebih banyak natrium. Satu potong acar dill ukuran 40,4 gram mengandung 326 miligram natrium.

Ibu hamil dapat mengidam makanan tinggi garam jika kekurangan asupan natrium untuk diri sendiri dan janin, serta akibat peningkatan volume darah. Asupan natrium harian yang direkomendasikan untuk orang dewasa adalah kurang dari 2.300 miligram per hari.

Dokter biasanya akan merekomendasikan pembatasan asupan natrium yang lebih ketat bagi ibu hamil yang mengalami hipertensi atau berisiko preeklamsia.

Mengidam Keju

Teori lain menyebutkan bahwa wanita yang menginginkan keju akan melahirkan bayi laki-laki. Keinginan makan keju sebenarnya tidak selalu merujuk pada jenis kelamin janin.

Kondisi ini dapat menunjukkan bahwa ibu hamil kekurangan asupan lemak, protein, atau kalsium. Keinginan tersebut juga bisa menjadi hal yang sepenuhnya normal karena ibu hamil hanya sedang ingin mengonsumsi keju.

Di Amerika Serikat, diperkirakan 50 hingga 90 persen wanita mengalami mengidam makanan tertentu selama kehamilan. Namun, penelitian dan pengetahuan yang memadai mengenai hal ini masih sangat terbatas.

Penyebab Ibu Hamil Mengidam Makanan Tertentu

Penelitian mengenai keterkaitan mengidam dengan jenis kelamin bayi masih minim. Sebuah ulasan pada tahun 2014 berteori bahwa keinginan makan saat hamil dipicu oleh empat faktor utama.

1. Perubahan Hormonal

Tubuh mengeluarkan lebih banyak hormon tertentu selama masa kehamilan. Hormon-hormon ini bekerja lebih aktif sehingga mengubah sensitivitas rasa dan penciuman pada wanita hamil.

Perubahan ini diperkirakan berfungsi mencegah konsumsi makanan yang berpotensi beracun selama kehamilan. Hal tersebut juga bertanggung jawab atas perubahan preferensi makanan dan pola konsumsi ibu hamil.

2. Kekurangan Nutrisi

Janin di dalam kandungan membutuhkan nutrisi dari ibunya untuk tumbuh dan berkembang. Ibu hamil membutuhkan lebih banyak energi, protein, dan nutrisi lain, terutama pada trimester kedua dan ketiga.

Teori medis menyatakan bahwa mengidam berfungsi mencegah atau mengurangi kekurangan nutrisi. Kondisi ini mendorong ibu hamil mengonsumsi makanan yang memberikan energi tambahan bagi dirinya dan janin.

3. Bahan Aktif Farmakologis

Para peneliti berteori bahwa ibu hamil menginginkan makanan tertentu untuk mencegah atau mengurangi gejala kehamilan yang tidak nyaman, seperti mual dan muntah. Penolakan terhadap makanan yang memicu mual berfungsi melindungi ibu dan janin dari penyakit bawaan makanan.

Gejala mual dan muntah sering dikaitkan dengan hasil kehamilan yang positif. Kondisi ini berhubungan dengan risiko yang lebih rendah terhadap keguguran, kelahiran prematur, atau lahir mati.

4. Faktor Budaya dan Psikososial

Pengalaman mengidam tidak sama bagi setiap wanita hamil. Beberapa keinginan makan tertentu berkaitan erat dengan budaya atau pengalaman hidup individu.

Ibu hamil dapat mendambakan makanan yang familier dalam budaya mereka untuk memberikan rasa tenang. Mereka juga bisa menolak makanan yang mengingatkan pada hal-hal yang tidak disukai dalam hidup.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author