Pemerintah DKI Jakarta Siapkan Insentif Pajak untuk Lomba Pilah Sampah
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merencanakan kompetisi memilah sampah yang diperuntukkan bagi sektor perhotelan, kafe, hingga restoran di wilayah ibu kota. Pengumuman program ini disampaikan langsung oleh Gubernur Jakarta Pramono Anung setelah memantau kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Minggu (7/6/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
"Tadi saya menyampaikan, Pemerintah DKI Jakarta akan melombakan (pilah sampah) hal ini karena masyarakat kita itu kan paling senang untuk dilombakan," kata Pramono Anung kepada wartawan seusai meninjau CFD Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (7/6/2026).
Langkah ini diambil oleh pemerintah daerah sebagai strategi untuk memperluas dan memasifkan gerakan pemisahan sampah di tengah masyarakat. Sebagai bentuk apresiasi dan pemacu motivasi bagi para pelaku usaha, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan hadiah berupa kebijakan khusus.
"Juara apa hadiahnya? insentif pajak. Udahlah kalau namanya hotel atau apa pun, hotel, restoran, kafe kalau diberikan insentif pajak, pasti mereka semangat," katanya.
Menurut keterangan Pramono Anung, saat ini sudah ada pelaku usaha di sektor perhotelan yang mulai menerapkan sistem pemisahan sampah secara mandiri. Pihak pemerintah berharap tindakan ini dapat segera diikuti oleh pengelola tempat usaha lainnya di Jakarta.
"Jadi untuk pilah sampah, kebetulan tadi salah satu hotel, Luwansa Hotel, memulai gerakan untuk pilah sampah yang akan mereka lakukan," imbuh dia.
Selain mengumumkan rencana kompetisi tersebut, Pemprov DKI Jakarta memanfaatkan momentum CFD di Rasuna Said untuk melakukan kampanye kesadaran lingkungan. Dalam aksi edukasi ini, pihak pemerintah menggandeng figur publik Cinta Laura sebagai duta resmi penanganan sampah.
"Hari ini juga kita gunakan momentum untuk car free day di Rasuna Said ini untuk pilah sampah. Salah satu ambassador duta pilah sampah, adalah Cinta Laura yang memang mempunyai komitmen untuk pilah sampah dari awal, bukan karena Ingub 5 Tahun 2026, tetapi memang secara behavior keluarga itu sudah seperti itu," tuturnya.