Mark Lee Tampil Solo Perdana di Azerbaijan Setelah Keluar dari SM Entertainment

Share

Panggung solo perdana akhirnya dijajal oleh Mark Lee setelah dirinya resmi keluar dari boyband NCT dan agensi SM Entertainment. Musisi berkebangsaan Kanada-Korea ini memulai debut solonya di Baku, Azerbaijan, pada Jumat (5/6).

Kehadiran Mark Lee di negara tersebut memenuhi undangan dari United Nations Environment Programme (UNEP). Seperti dilansir dari Detikcom, ia hadir untuk memeriahkan peringatan hari lingkungan hidup sedunia atau World Environment Day 2026.

Saat tampil di Heydar Aliyev Center, Mark Lee membawakan sebuah lagu ciptaannya sendiri yang berjudul Ready or Not. Penampilannya malam itu terlihat santai serta jauh lebih sederhana jika dibandingkan dengan aksi panggungnya terdepan saat masih bersama NCT.

Acara World Environment Day 2026 ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Di antaranya adalah Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev dan Direktur Eksekutif UNEP Inger Andersen yang menyaksikan langsung jalannya acara.

Sebelum penampilan perdananya ini, Mark Lee baru saja mengumumkan pendirian label baru berkonsep agensi satu orang (one-man agency). Agensi tersebut ia bangun bersama seorang mitra kerja dengan nama Upper Room atau UPRM Label.

Perusahaan kreatif tersebut kini telah terdaftar secara resmi di bawah nama UpperRoom Co., Ltd. Di dalam struktur organisasi agensi baru ini, ia langsung memegang posisi sebagai CEO dengan menggunakan nama aslinya, Lee Mark.

Kebebasan Kreatif Pasca Industri K-Pop

Langkah baru ini menjadi momentum besar pertama bagi pelantun lagu Kick It tersebut sejak berpisah dari agensi lama dan grup yang membesarkannya. Keputusan ini sekaligus menegaskan komitmennya untuk terus berkarier di dunia musik tanpa terikat batasan ketat industri K-Pop.

Kehadiran Upper Room menjadi simbol lahirnya kembali kebebasan artistik serta proses kreatif bagi sang musisi. Melalui wadah baru ini, ia berambisi untuk memproduksi karya musik yang lebih organik, jujur, serta sesuai dengan refleksi perasaan pribadinya.

Pemilihan nama Upper Room sendiri memiliki makna tersendiri yang cukup sakral bagi dirinya. Mark Lee mengambil referensi kata tersebut dari Alkitab sebagai representasi dari perubahan besar sekaligus fase refleksi mendalam dalam perjalanan hidupnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author