Ukraina Serang Kilang Minyak dan Fasilitas Militer Rusia
Militer Ukraina melancarkan serangan drone besar-besaran yang menargetkan berbagai kilang minyak serta fasilitas militer Rusia pada Sabtu pagi waktu setempat. Serangan udara ini menyasar wilayah St Petersburg dan Krasnodar, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Gelombang serangan drone tersebut juga diarahkan ke St Petersburg tepat pada hari terakhir forum internasional yang disponsori oleh Kremlin. Berdasarkan laporan CNN, operasi ini sengaja menargetkan fasilitas angkatan laut, depot, hingga terminal minyak milik Rusia.
Aksi ini tercatat sebagai kedua kalinya dalam beberapa hari terakhir di mana puluhan pesawat tanpa awak Ukraina menyasar wilayah Leningrad. Pihak Rusia dilaporkan telah menembak jatuh sekitar 60 drone di wilayah itu beberapa jam sebelum Forum Ekonomi Internasional St Petersburg (SPIEF) dimulai.
"Tadi malam, drone kami menempuh jarak sekitar 1.000 kilometer ke wilayah St. Petersburg, ke gudang senjata angkatan laut musuh dan pangkalan di Kronstadt," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Wilayah Kronstadt merupakan pangkalan utama sekaligus pusat perbaikan dan pasokan logistik bagi angkatan laut Rusia di Baltik timur. Fasilitas militer tersebut juga memiliki akademi angkatan laut, di mana sebuah kapal perang Rusia yang berlabuh di sana sempat dihantam drone Ukraina pada Rabu sebelumnya.
Kantor berita TASS mengabarkan bahwa otoritas setempat sempat menutup total akses lalu lintas di Kota Kronstadt selama beberapa jam pada hari Sabtu.
"St. Petersburg diserang secara besar-besaran oleh drone militer. Saya meminta warga St. Petersburg untuk tetap di rumah dan tidak keluar ke jalan. Layanan internet seluler mungkin terganggu," tulis Gubernur St. Petersburg Aleksandr Beglov di Telegram.
Secara total, terdapat 141 drone yang berhasil ditembak jatuh di atas Wilayah Leningrad. Pemerintah setempat saat ini masih berupaya memadamkan kobaran api di desa Bolshaya Izhora, yang memicu evakuasi terhadap lebih dari 600 warga sipil.
Selain wilayah tersebut, operasi militer jarak jauh Ukraina ini dikonfirmasi juga menjangkau wilayah Krasnodar yang berjarak sekitar 500 kilometer untuk menghantam depot minyak.
"Setidaknya tiga tangki berisi produk minyak bumi dilalap api. Depot minyak ini merupakan pusat penting di belakang garis depan untuk penyimpanan dan pasokan bahan bakar bagi pasukan Rusia di sektor selatan dan timur," demikian laporan dinas keamanan Ukraina (SBU).
Serangan masif ini terjadi hanya berselang dua hari setelah Zelensky mengirimkan surat terbuka langsung kepada Presiden Vladimir Putin. Surat yang mendesak pengakhiran perang 4 tahun tersebut dikirimkan saat pemimpin Rusia bersiap memberikan pidato di forum St Petersburg.
Menanggapi surat terbuka tersebut, Putin bersikap acuh tak acuh dan menganggap isi surat dari pihak Ukraina itu tidak sopan. Juru bicara Kremlin menyatakan bahwa Presiden Ukraina dipersilakan untuk datang langsung ke Moskow jika memang ingin berbicara dengan Putin.
Momentum pengiriman surat dan serangan udara ini dinilai sengaja memanfaatkan situasi saat para miliarder Rusia sedang berkumpul dengan elit politik. Pihak Ukraina diduga ingin memanfaatkan keresahan yang meningkat di kalangan elit bisnis di tengah kondisi ekonomi Rusia yang sedang berjuang.