Polres OKI Bedah Rumah Mantan Narapidana Terorisme di Lempuing

Share

Polres Ogan Komering Ilir meresmikan program bedah rumah bagi mantan narapidana terorisme bernama Kiagus Muhamad Toni di Desa Bumiarjo, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir, pada Minggu (7/6/2026). Dilansir dari Detikcom, langkah ini diambil untuk menyambut Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus menyokong proses reintegrasi sosial.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Ogan Komering Ilir (OKI) AKBP Eko Rubiyanto. Peresmian ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Ogan Komering Ilir, jajaran pejabat utama Polres OKI, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemerintah daerah setempat.

Penerima manfaat program, Kiagus Muhamad Toni, telah menyelesaikan masa hukumannya sejak tahun 2015. Setelah bebas, ia aktif mengikuti program pembinaan serta deradikalisasi yang diselenggarakan oleh Polres OKI bersama Densus 88 Antiteror Polri.

Toni mendapatkan pelatihan keterampilan servis AC dan kemampuan berbicara di depan umum selain pembinaan ideologi kebangsaan. Berdasarkan asesmen tim pembina, Toni kini berada pada kategori status hijau yang menandakan proses adaptasi dan penerimaan nilai kebangsaan berjalan positif.

Hunian yang diperbaiki tersebut memiliki luas bangunan 36 meter persegi. Proses pengerjaan konstruksi rumah ini memakan waktu sekitar dua minggu.

AKBP Eko Rubiyanto menjelaskan bahwa pembangunan fisik ini bertujuan untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan memperbaiki masa depan masyarakat. Pihaknya memprioritaskan pendekatan kemanusiaan guna memperkuat ketahanan sosial.

"Keberhasilan deradikalisasi tidak hanya diukur dari perubahan pola pikir, tetapi juga dari kemampuan seseorang untuk kembali hidup produktif, diterima masyarakat, serta memiliki kesempatan yang sama untuk membangun masa depan. Program bedah rumah ini merupakan bentuk dukungan nyata Polri terhadap proses reintegrasi sosial yang berkelanjutan," ujar Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto.

Menurut Eko, program kemanusiaan ini berjalan selaras dengan kebijakan Kapolda Sumsel yang mewajibkan anggota Polri memberikan manfaat langsung kepada warga sekitar. Sinergi ini diharapkan mampu menangkal kembalinya paham radikal.

"Keamanan yang berkelanjutan tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui upaya pembinaan, pemberdayaan, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Ketika seseorang kembali menjadi bagian dari masyarakat dan mampu hidup produktif, maka di situlah sesungguhnya keberhasilan deradikalisasi dapat dirasakan secara nyata," ujar Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho.

Pernyataan mengenai pentingnya aspek humanis dalam menjaga stabilitas keamanan nasional juga ditegaskan oleh Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya. Ia menilai kehadiran negara melalui pembinaan dapat menumbuhkan kepercayaan publik.

"Deradikalisasi bukan hanya tentang mengubah cara pandang, tetapi juga membangun harapan dan masa depan. Ketika masyarakat merasakan kehadiran negara melalui pembinaan dan pemberdayaan, maka kepercayaan akan tumbuh dan stabilitas sosial akan semakin kuat. Program ini menjadi bukti bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penggerak solusi sosial di tengah masyarakat," ujar Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author