Pekerja Stadion SoFi Sepakat Mogok Kerja Menjelang Piala Dunia 2026
Sebanyak 96 persen anggota serikat pekerja Unite Here Local 11 di Stadion SoFi, Los Angeles, Amerika Serikat, menyetujui keputusan untuk menggelar aksi mogok kerja pada Jumat, 5 Juni 2026. Langkah krusial ini diambil guna menuntut kenaikan upah tepat seminggu sebelum stadion tersebut menyelenggarakan laga perdana tim nasional sepak bola Amerika Serikat di ajang Piala Dunia, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz.
Pemungutan suara ini dilakukan menyusul kebuntuan dalam negosiasi kontrak kerja antara pihak serikat pekerja dengan Legends Global, sebuah perusahaan subkontraktor yang mengelola layanan makanan dan minuman di stadion. Meski demikian, dialog antara kedua belah pihak dijadwalkan akan berlanjut kembali pada Senin mendatang untuk mencari jalan keluar.
Sektor pelayanan makanan yang diwakili oleh serikat pekerja ini mencakup sekitar 2.000 karyawan, termasuk di antaranya adalah juru masak, bartender, pencuci piring, hingga petugas stan makanan. Selain menuntut peningkatan kesejahteraan finansial, para pekerja juga mendesak adanya jaminan perlindungan agar data pribadi mereka tidak diserahkan kepada otoritas imigrasi Amerika Serikat.
Menanggapi situasi tersebut, pihak perusahaan subkontraktor menegaskan komitmen mereka untuk tetap melanjutkan proses dialog demi mencapai kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.
"Legends Global telah menjalin hubungan yang kuat dengan Unite Here Local 11 selama lebih dari satu dekade dan tetap berkomitmen untuk mencapai kesepakatan yang adil melalui negosiasi yang jujur," tulis pihak perusahaan dalam pernyataan resminya.
Pihak manajemen juga menyampaikan kesiapan mereka dalam menyambut turnamen sepak bola internasional yang akan datang.
"Kami berharap dapat memberikan pengalaman pelayanan terbaik bagi para penggemar di pertandingan Piala Dunia FIFA di Stadion Los Angeles (Stadion SoFi)."
Stadion SoFi, yang juga menjadi markas bagi tim NFL Los Angeles Rams dan Los Angeles Chargers, direncanakan menjadi lokasi untuk delapan pertandingan Piala Dunia 2026. Tiket untuk pertandingan tanggal 12 Juni antara Amerika Serikat melawan Paraguay saat ini dijual mulai dari harga US$2.000, sedangkan laga berikutnya antara Iran dan Selandia Baru akan digelar pada 15 Juni.
Kekhawatiran mengenai isu imigrasi mencuat setelah adanya kebijakan pengetatan keamanan yang melibatkan badan federal di kawasan tersebut.
"Apa gunanya Piala Dunia bagi Los Angeles jika para pekerjanya saja tidak berpenghasilan cukup untuk membayar sewa tempat tinggal, dan harus memilih antara bekerja atau ditangkap oleh ICE?" kritik Kurt Petersen, wakil ketua serikat pekerja lokal tersebut dalam pernyataannya.
Ia juga memberikan gambaran mengenai dampak yang akan terjadi pada fasilitas premium jika aksi mogok benar-benar dilaksanakan.
"Jika kami terpaksa mogok kerja, ruang VIP FIFA seharga US$100.000 itu tidak akan menyajikan apa-apa selain air botolan dan keripik Doritos."
Di sisi lain, pihak keamanan setempat mengonfirmasi keterlibatan agen imigrasi dalam menjaga jalannya turnamen di stadion.
"Namun terkait penegakan hukum imigrasi sipil, mereka secara spesifik menegaskan kepada kami bahwa hal itu tidak akan dilakukan di setiap pertandingan," ujar Luna dalam konferensi pers tanggal 1 Juni di Los Angeles.
Kendati demikian, pihak keamanan tetap mengantisipasi segala kemungkinan perubahan situasi di lapangan demi kelancaran acara.
"Tentu saja kebijakan itu bisa berubah sewaktu-waktu, tetapi saya percaya mereka memberikan informasi yang benar. Sebab, jika operasi itu mulai dilakukan, kita akan menghadapi tumpukan masalah baru yang jauh lebih besar."
Los Angeles bertindak sebagai salah satu dari 11 kota penyelenggara di Amerika Serikat, bersama dengan tiga kota di Meksiko dan dua kota di Kanada. Turnamen akbar yang diikuti oleh 48 tim nasional ini akan menggelar total 104 laga mulai 11 Juni, dan puncaknya adalah babak final pada 19 Juli di Stadion MetLife, New Jersey.
Aksi tuntutan ketenagakerjaan ini juga meluas ke wilayah lain, di mana 94 persen pekerja hotel Embassy Suites milik jaringan Hilton di Seattle yang tergabung dalam Unite Here Local 8 turut menyetujui otorisasi mogok kerja pada Jumat kemarin. Menghadapi potensi gangguan tersebut, perwakilan manajemen hotel menyatakan kepada Seattle Times bahwa mereka telah menyiapkan rencana darurat.