Akamai Technologies Akuisisi LayerX Senilai Rp 3,3 Triliun Demi Perkuat Keamanan AI

Share

Perusahaan penyedia layanan infrastruktur dan keamanan siber, Akamai Technologies, mengumumkan aksi korporasi besar berupa akuisisi terhadap LayerX. Perusahaan yang dibeli merupakan penyedia solusi kontrol penggunaan AI berbasis browser dan teknologi Secure Enterprise Browser (SEB).

Langkah strategis ini, diklaim oleh Akamai, bertujuan memperluas cakupan proteksi langsung ke dalam browser. Langkah ini diambil guna menjawab prioritas keamanan paling mendesak bagi perusahaan, yakni mengamankan interaksi karyawan dengan aplikasi Kecerdasan Buatan (AI).

Saat ini, mayoritas aktivitas korporasi, termasuk interaksi tenaga kerja dengan aplikasi AI generatif, solusi SaaS AI, dan agen AI, berlangsung di dalam browser. Terintegrasi langsung dengan browser populer yang sudah ada, LayerX hadir tanpa memaksa pengguna berpindah platform sehingga tidak mengganggu produktivitas.

Teknologi ini memberikan tim keamanan visibilitas dan kontrol secara real-time terhadap aktivitas pengguna. Hal tersebut mencakup pemantauan interaksi dengan konten web, riwayat prompt yang diketik ke sistem AI, hingga unggahan file sensitif.

Executive Vice President dan General Manager Security Technology Group Akamai, Mani Sundaram, menyoroti kekhawatiran kliennya terkait kebocoran data.

"Kontrol keamanan yang ada saat ini tidak mampu melihat bagaimana karyawan berinteraksi dengan tools AI dan membagikan informasi ke large language models. Akuisisi LayerX membantu menutup kesenjangan tersebut," ujarnya, dalam keterangan yang diterima detikINET, Minggu (7/6/2026).

Teknologi LayerX nantinya akan dikombinasikan dengan kemampuan portofolio Zero Trust Akamai yang sudah ada, seperti Zero Trust Network Access (ZTNA), perlindungan runtime untuk aplikasi AI, dan segmentasi tingkat beban kerja. Integrasi ini diklaim menghadirkan kontrol penggunaan AI komprehensif yang mencakup pengguna, aplikasi, dan infrastruktur perusahaan.

"Mengamankan penggunaan AI oleh manusia maupun agen AI telah menjadi salah satu tantangan utama dalam keamanan enterprise. Kami memberikan fondasi bagi perusahaan untuk menerapkan AI secara aman dalam skala global," jelas CEO dan Co-Founder LayerX, Or Eshed.

Terkait rincian transaksi, Akamai sepakat untuk mengakuisisi seluruh saham LayerX dengan nilai sekitar USD 205 juta atau setara Rp 3,3 triliun, setelah memperhitungkan penyesuaian terhadap perkiraan harga pembelian.

Transaksi ini diperkirakan rampung pada kuartal ketiga tahun 2026, tunduk pada persyaratan penutupan umum. Seluruh karyawan LayerX, termasuk pendirinya yakni Or Eshed dan David Vaisbrud, akan resmi bergabung ke dalam organisasi Zero Trust Akamai.

Secara dampak finansial, bisnis LayerX diproyeksikan bakal menyumbang Pendapatan Berulang Tahunan atau Annual Recurring Revenue sebesar sekitar USD 10 juta pada akhir tahun 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author