Korea Utara Tegaskan Status Negara Nuklir Menjelang Kunjungan Xi Jinping

Share

Korea Utara menegaskan komitmennya untuk mempertahankan status sebagai negara pemilik senjata nuklir menjelang kunjungan resmi Presiden China Xi Jinping. Pernyataan tegas tersebut disampaikan oleh adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Yo Jong, pada Minggu (7/6/2026) sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Kunjungan Presiden Xi Jinping ke Korea Utara dijadwalkan berlangsung pada Senin (8/6/2026). Hubungan bilateral antara Beijing dan Pyongyang berupaya diperkuat kembali melalui kunjungan perdana Xi dalam kurun waktu hampir tujuh tahun terakhir tersebut.

Pihak Korea Utara menyatakan tidak akan memberikan toleransi terhadap bentuk ancaman apa pun yang mengarah kepada mereka. Kim Yo Jong juga membantah klaim Amerika Serikat mengenai kesepakatan denuklirisasi antara Xi Jinping dan Donald Trump.

"Kebijakan untuk terus memperkuat kemampuan penangkalan perang nuklir demi pertahanan diri, sebagaimana dinyatakan oleh kepala negara, merupakan keputusan final dan tidak dapat dibatalkan yang harus dijalankan tanpa syarat," kata Kim Yo Jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Pernyataan tersebut merespons klaim sepihak dari pihak Amerika Serikat terkait hasil pertemuan puncak pada Mei lalu. Menurut laporan kantor berita pemerintah KCNA, Korea Utara mengklaim mengantongi informasi paling akurat mengenai isi pertemuan itu.

Langkah diplomasi ini diiringi dengan pengenalan fasilitas produksi material nuklir baru oleh pihak Pyongyang pada awal pekan. Kim Jong Un mendorong adanya ekspansi persenjataan nuklir secara masif di negaranya.

Sejumlah analis menilai pengenalan fasilitas pengayaan uranium baru tersebut menjadi instrumen untuk memperkuat posisi tawar Korea Utara di hadapan Xi Jinping. Di sisi lain, aktivitas ini menjadi justifikasi percepatan pembangunan kekuatan militer mereka.

Selain itu, pemimpin Korea Utara juga dilaporkan telah memantau langsung pabrik amunisi berskala besar. Ia menginstruksikan peningkatan kapasitas produksi rudal nasional sebesar 2,5 kali lipat yang ditargetkan selesai dalam jangka waktu lima tahun ke depan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author