Dokter Ingatkan Risiko Saraf Kejepit Akibat Olahraga Padel

Share

Risiko cedera saraf kejepit mengintai para pemain olahraga padel jika tidak dilakukan dengan hati-hati di tengah meningkatnya popularitas olahraga tersebut di kota-kota besar. Peringatan tersebut disampaikan oleh dokter spesialis bedah saraf dari Lamina Hospital pada Jumat (5/6/2026).

Gerakan memukul bola yang dikombinasikan dengan kelincahan ekstra menjadi pemicu utama potensi cedera ini. Data dan penjelasan mengenai dampak kesehatan dari olahraga modifikasi tenis dan skuas tersebut dilansir dari Detik Health.

Pihak medis menegaskan bahwa karakteristik permainan ini tidak boleh disepelekan meskipun dikenal sebagai olahraga yang menyenangkan. Risiko gangguan kesehatan timbul akibat adanya tekanan berlebih pada bagian tubuh tertentu saat mengejar bola.

"Olahraga padel berisiko terkena saraf kejepit itu apabila biasanya pada posisi swing atau saat kita memutar tulang pinggang kita. Kadang-kadang mengejar bola terlalu jauh," kata dr Rio kepada detikcom saat ditemui di Lamina Hospital, Jumat (5/6/2026).

Penjelasan lanjutan mengenai kerusakan fisik akibat gerakan ekstrem tersebut dipaparkan oleh dr Victorio, SpBS. Kerusakan pada bagian bantalan tulang menjadi konsekuensi logis dari intensitas permainan yang dipaksakan tanpa kesiapan fisik.

"Itu juga membuat diskus atau bantalan itu kaget, sehingga itu yang membuat bantalannya rusak, robek yang kalau terus-terusan dilakukan, itu bisa terjadi saraf kejepit," lanjut dr Rio, SpBS.

Kondisi lapangan padel yang berukuran lebih kecil serta dikelilingi oleh dinding kaca berkontribusi pada terciptanya ritme permainan yang sangat cepat. Dinamika ini menuntut setiap pemain untuk senantiasa bergerak secara aktif di area lapangan.

Langkah preventif mutlak diperlukan oleh para pemain sebelum memulai pertandingan guna menghindari kerusakan struktur tulang belakang. Pengukuran kemampuan diri dan intensitas pergerakan menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan fisik.

"Pemanasan dan juga kita mampu mengukur kegiatan kita jangan berlebihan," kata dr Rio, SpBS.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author