Mirra Andreeva Menjuarai Prancis Terbuka 2026 Usai Tekuk Maja Chwalinska

Share

Petenis Rusia Mirra Andreeva sukses menjuarai turnamen Grand Slam Prancis Terbuka 2026 setelah menumbangkan pemain kualifikasi asal Polandia, Maja Chwalinska, di babak final pada Sabtu, 6 Juni 2026. Menurut laporan news.inbox.eu, Andreeva yang menjadi unggulan utama dalam laga ini menyudahi perlawanan Chwalinska dengan skor straight set 6-3, 6-2.

Kemenangan di Roland Garros ini mengukuhkan posisi petenis berusia 19 tahun tersebut sebagai salah satu talenta muda terbaik dunia. Andreeva yang kini berlatih di akademi Cannes, Prancis, di bawah asuhan mantan juara Wimbledon Conchita Martinez, sebelumnya telah mengoleksi medali perak ganda putri pada Olimpiade Paris 2024.

Di sisi lain, Maja Chwalinska yang berumur 24 tahun mengukir sejarah sebagai pemain kualifikasi pertama di Era Terbuka yang mampu menembus final Roland Garros. Petenis peringkat 114 dunia itu sempat mengalami depresi dan masalah finansial sebelum turnamen, namun keberhasilan mencapai final ini memastikan dirinya membawa pulang hadiah minimal 1,625 juta dolar AS.

Kendati meraih prestasi gemilang, status kewarganegaraan Andreeva tetap menjadi sorotan penonton sepanjang turnamen. Dilansir dari sports.yahoo.com, Andreeva berkompetisi tanpa bendera negara di samping namanya karena sanksi WTA dan ATP terhadap atlet Rusia dan Belarus akibat invasi ke Ukraina sejak 2022.

Sikap diam para petenis Rusia terkait konflik tersebut kerap memicu ketegangan dengan para pemain Ukraina, termasuk Marta Kostyuk yang dikalahkan Andreeva di semifinal. Kostyuk menyatakan bahwa para atlet tidak bisa lagi menggunakan alasan takut untuk tetap bungkam karena mereka memiliki akses informasi yang luas.

"There is a way if you don’t agree," kata Marta Kostyuk, Petenis Ukraina.

Kostyuk menambahkan bahwa beberapa orang yang tidak setuju dengan kebijakan negaranya memilih untuk meninggalkan Rusia sejak awal perang. Ia menegaskan bahwa para atlet dewasa semestinya sudah menentukan sikap mereka secara jelas setelah konflik berlangsung selama empat tahun.

"They are all grown-ups. They know what they’re talking about. They know what’s going on. They have phones. They have Instagram. They have news," ujar Marta Kostyuk, Petenis Ukraina.

"After four years, I think they’ve made it very clear whose side they are on," tambah Marta Kostyuk, Petenis Ukraina.

Menanggapi situasi politik tersebut, Andreeva yang menegaskan tidak akan mengubah kewarganegaraannya memilih untuk menghindari komentar mendalam mengenai perang. Saat dimintai klarifikasi mengenai posisinya pada turnamen Wimbledon tahun lalu, ia menyatakan harapannya agar konflik tersebut dapat segera berakhir.

"I can say that I’m for peace, and I just hope that whatever’s going on will resolve soon," kata Mirra Andreeva, Petenis Rusia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author