Prabowo Subianto Soroti Kualitas Menu Program Makan Bergizi Gratis

Share

Presiden Prabowo Subianto menyoroti kualitas menu telur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat menghadiri acara di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (3/6/2026).

Langkah penegasan ini diambil karena pengolahan telur menjadi telur dadar dinilai berpotensi menurunkan kualitas gizi akibat pencampuran bahan lain yang berlebih.

"Yang kedua, telur jangan bikin dadar. Saya sudah lama jadi orang Indonesia, kalau telur dadar nanti dicampur macam-macam itu. Iya kan? Tepungnya lebih banyak dari telurnya," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Sebelumnya, Prabowo juga sempat mengingatkan para mitra agar satu ekor ayam tidak dipotong menjadi lebih dari 14 bagian demi menjaga porsi makan anak-anak.

Berdasarkan laporan pangan yang dilansir dari Detik Health, pengolahan telur menjadi telur ceplok atau telur utuh dinilai lebih memberikan kepastian jumlah protein hewani yang diterima anak.

Data Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) Tahun 2017 menunjukkan satu butir telur ayam mengandung sekitar 70 kilokalori energi, 6 hingga 7 gram protein, serta 5 gram lemak.

Proses penggorengan menjadi telur ceplok akan menambah sekitar 40 hingga 50 kkal energi dan 4 hingga 5 gram lemak dari minyak, sehingga totalnya menjadi 110 hingga 120 kkal energi dan 9 gram lemak.

Sebaliknya, pencampuran tepung pada telur dadar sering kali membuat porsi protein hewani per anak menyusut jika satu adonan besar dibagi ke terlalu banyak porsi anak.

Kepastian kandungan gizi menjadi krusial mengingat Program Makan Bergizi Gratis umumnya hanya menyediakan satu kali makan dalam sehari untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak anak Indonesia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author