PLN Menghentikan Sementara Aliran Listrik di Batang dan Kuningan

Share

Sejumlah desa di wilayah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mengalami penghentian sementara aliran listrik oleh PT PLN (Persero) pada Selasa, 19 Mei 2026. Langkah terencana ini diterapkan guna memastikan kelancaran pekerjaan pemeliharaan jaringan berkala serta meningkatkan keandalan sistem kelistrikan setempat.

Dilansir dari jateng.murianews.com, penghentian pasokan listrik oleh PLN ULP Batang dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan estimasi durasi pengerjaan selama lima jam hingga pukul 15.00 WIB. Pemeliharaan ini berdampak pada wilayah Kecamatan Blado, khususnya di Desa Kambangan, Desa Kembanglangit, Desa Kalitengah, Desa Blado, dan sekitarnya.

Selain melakukan pemeliharaan pada jaringan teknis, petugas PLN di Batang juga melaksanakan perabasan dahan pohon yang posisinya dinilai terlalu dekat dengan jalur kabel utama. Manajemen PLN mengimbau masyarakat di kawasan terdampak untuk mengisi daya perangkat elektronik penting serta menampung pasokan air sebelum proses pemadaman dimulai.

Sementara itu, pemeliharaan terencana untuk tegangan 20 KV juga berlangsung di Kabupaten Kuningan dengan durasi yang lebih singkat, yaitu selama tiga jam mulai pukul 10.00 hingga 13.00 WIB. Berdasarkan laporan dari kuninganoke.com dan kuninganmass.com, wilayah yang terdampak meliputi Desa Gewok di Kecamatan Garawangi serta Desa Pamumpukan di Kecamatan Ciniru.

Cakupan layanan operasional dari PLN Kuningan sendiri meliputi wilayah hingga Kecamatan Cikijing, sedangkan area perbatasan Cirebon berada di bawah jangkauan PLN Cilimus. Pihak perusahaan mengumumkan tujuan penghentian aliran setrum sementara ini secara tertulis kepada publik.

"Dalam rangka meningkatkan kehadiran sistem kelistrikan dan pelayanan masyarakat akan terjadi pemuai dengan listrik di beberapa wilayah," tertulis dalam pengumuman resmi PLN.

Terkait penggunaan sumber daya alternatif, manajemen PLN mengingatkan pelanggan yang hendak mengoperasikan genset mandiri agar memisahkan instalasinya dari jalur distribusi utama secara total. Pemisahan jalur ini sangat krusial demi menghindari gangguan teknis atau risiko korsleting saat aliran listrik PLN kembali normal.

"Apabila pelanggan memakai genset agar dipisahkan dengan instalasi PLN wilayah terdampak juga agar dapat menyesuaikan aktivitasnya pada jam pelaksanaan." jelas pihak PLN dalam keterangan tertulisnya.

Pihak perusahaan menegaskan komitmen untuk mempercepat estimasi pengerjaan teknis di lapangan demi meminimalkan hambatan pada kegiatan harian warga. Pasokan listrik menuju rumah pelanggan akan segera dinormalisasi begitu seluruh tahapan pemeliharaan selesai dilakukan.

"Apabila pekerjaan selesai lebih cepat dari waktu yang ditentukan, kami akan segera menghidupkan kembali listrik," tertulis dalam pengumuman itu.

Sebelumnya pada Minggu, 17 Mei 2026, PLN ULP Kuningan juga telah menggelar pemadaman serupa berdurasi empat jam dari pukul 10.00 hingga 14.00 WIB yang berdampak pada 18 titik. Pemeliharaan sistem kala itu turut memengaruhi operasional beberapa fasilitas kesehatan, termasuk RS Wijaya Kusumah, RS Elsyifa, dan RS KMC.

Beberapa area lain di Kuningan yang terdampak pada hari Minggu tersebut mencakup sebagian Ciporang, Perumahan Bumi Kuningan Emas, sebagian Ancaran, Perumahan Griya Sarasi, Perum Platinum, Toko KMB, Perum Griya Kencana, sebagian Sindangagung, sebagian Kertawanganun, Desa Balong, sebagian Desa Pagundan, Pabrik CV AR, sebagian Mangari, serta sebagian Pajawan Kidul.

Bagi pelanggan yang menghadapi pemadaman di luar dari jadwal resmi yang telah disosialisasikan, PLN mengimbau untuk menghubungi kontak PLN Center 123 atau menggunakan Aplikasi PLN Mobile.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author