Kisah Ifmy Anisah Besarkan Mbun Brownies Panggang Jadi 7 Cabang
Bisnis kuliner Mbun Brownies Panggang kini sukses mengoperasikan tujuh cabang toko setelah mengawali perjalanan dari dapur rumah yang sederhana. Usaha ini dikenal masyarakat luas lewat sajian kue brownies hangat yang dipadukan dengan aneka pilihan taburan melimpah.
Seperti dilansir dari Detik Food, salah satu tempat penjualan teranyar dari bisnis keluarga ini sekarang telah resmi dibuka di area Blok M Hub, Jakarta Selatan. Usaha tersebut tumbuh pesat berkat pemanfaatan media sosial dan layanan pesan antar digital.
Modifikasi Resep Orang Tua
Sajian manis ini awalnya diproduksi pada tahun 2016 di sebuah hunian pribadi. Pembuatan kue tersebut memanfaatkan formula racikan dari seorang ibu yang memiliki kegemaran dalam mengolah kudapan.
Formula masakan itu selanjutnya disesuaikan kembali guna menciptakan karakteristik rasa yang unik di pasar. Langkah modifikasi tersebut menjadi cikal bakal populernya merek dagang ini di masyarakat.
"Ini resep yang ada di ibu aku. Lalu dimodifikasi sama adikku hingga akhirnya jadilah Mbun Brownies ini," kata Ifmy Anisah Amatullah, Direktur Utama Mbun Brownies Panggang.
Pemasaran Digital Melalui Media Sosial
Pada masa awal operasional, seluruh proses pemanggangan dilakukan secara mandiri oleh pihak keluarga tanpa bantuan tenaga kerja eksternal. Mereka kemudian memanfaatkan platform daring untuk menjangkau pangsa pasar yang lebih luas.
Langkah pemasaran lewat ruang digital terbukti mendatangkan banyak kelompok pembeli baru. Kehadiran konsumen baru yang tidak dikenal sebelumnya membuat volume pemesanan terus mengalami peningkatan.
"Awalnya kita masukin ke food online dan media sosial. Dari situ banyak customer baru yang datang," ujar Ifmy Anisah Amatullah.
Momentum Pandemi dan Ekspansi Toko
Ketika mayoritas sektor usaha mengalami hambatan besar akibat situasi pandemi COVID-19, bisnis kue ini justru mencatatkan lonjakan transaksi yang signifikan. Perubahan pola belanja masyarakat yang lebih banyak memesan makanan dari tempat tinggal menjadi faktor pendorong utama.
Tingginya angka permintaan pasar memaksa manajemen untuk memindahkan operasional dari area perumahan. Pihak pengelola kemudian mendirikan gerai pertama di kawasan tepi jalan raya agar lebih mudah diakses oleh para pembeli.
"Pas COVID alhamdulillah penjualan malah naik. Itu jadi salah satu momen yang membantu usaha kami berkembang," tutur Ifmy Anisah Amatullah.
Setelah keberhasilan toko pertama tersebut, proses ekspansi wilayah terus berjalan secara berkala ke sejumlah kota. Saat ini gerai operasional telah tersebar di wilayah Depok, Bintaro, Bekasi, Kuningan, hingga kawasan Blok M.
"Dulu dari rumah, lalu pindah ke pinggir jalan. Pelan-pelan akhirnya punya beberapa kios seperti sekarang," ujar Ifmy Anisah Amatullah.
Varian Menu dan Asal-usul Nama
Tempat kuliner ini mengandalkan menu Choco Crunch yang dipasarkan dengan harga mulai Rp 20.000 untuk opsi ukuran terkecil. Menu tersebut menawarkan perpaduan rasa manis dengan sensasi tekstur yang renyah.
Pilihan menu lain yang diminati adalah Cheese Lava seharga Rp 90.000 yang disarankan untuk dikonsumsi dalam kondisi hangat. Produk ini mengombinasikan rasa cokelat manis dengan lelehan keju yang gurih.
Pemilihan nama merek dagang ini ternyata memiliki keterikatan emosional dengan internal keluarga. Identitas tersebut diambil dari kata sapaan akrab sang ibu yang sering dipanggil dengan sebutan Bun.
"Aku manggil ibu aku Bunda. Teman-temannya sering panggil Bun, jadi akhirnya kita pilih nama Mbun untuk brownies ini," kata Ifmy Anisah Amatullah.