APPBI Sebut Pelemahan Rupiah Belum Mengganggu Aktivitas Belanja di Mal

Share

Aktivitas belanja di pusat perbelanjaan atau mal belum terganggu secara signifikan oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi sektor ritel tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja pada Rabu (20/5/2026), dilansir dari Bloomberg Technoz.

Sektor ritel beserta para penyewa tempat usaha di pusat perbelanjaan tidak merasakan dampak langsung dari penurunan kurs ini. Penjelasan mengenai situasi ekonomi tersebut disampaikan langsung oleh pihak asosiasi pengelola mal.

"Pelemahan nilai tukar rupiah tidak serta-merta berdampak langsung terhadap industri usaha ritel. Dampak akan terjadi jika pelemahan nilai tukar rupiah terjadi terus-menerus dalam jangka waktu yang relatif panjang," ujar Alphonzus, Ketua Umum APPBI.

Tekanan terhadap harga barang di mal saat ini belum terlalu terasa karena faktor stok dagangan. Menurutnya, barang dan produk yang dipasarkan sekarang merupakan hasil produksi maupun impor yang menggunakan acuan kurs rupiah periode sebelumnya.

"Sampai dengan saat ini dampaknya belum signifikan karena barang ataupun produk yang dijual sekarang ini adalah hasil produksi ataupun impor pada saat nilai tukar Rupiah sebelumnya," kata Alphonzus.

Faktor lain yang memengaruhi situasi ini adalah siklus kunjungan konsumen yang sedang memasuki masa low season. Periode sepi ini terjadi setelah momentum Ramadhan dan Idul Fitri yang menjadi puncak penjualan ritel di Indonesia berlalu.

"Pada saat ini juga industri ritel masih sedang dalam periode low season pasca Ramadhan dan Idul Fitri yang adalah merupakan puncak (peak season) penjualan ritel di Indonesia," kata Alphonzus.

Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat dampak pelemahan rupiah terhadap konsumsi masyarakat di mal belum terlihat nyata. Meskipun demikian, para pelaku usaha ritel tetap mengantisipasi dan mewaspadai potensi pembengkakan biaya impor jika tekanan terhadap mata uang rupiah berlangsung dalam jangka waktu yang lebih lama.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author