Mantan ART Erin Taulany Datangi Polres Jaksel Terkait Tekanan Psikologis

Share

Nur Rohmah mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan pada Jumat (5/6/2026). Mantan asisten rumah tangga (ART) yang sempat menjadi sorotan setelah kabur dari rumah Rien Wartia Trigina atau Erin, mantan istri komedian Andre Taulany, hadir didampingi kuasa hukumnya, Basuki.

Kedatangan Nur tersebut belum menghasilkan pemeriksaan terkait perkara Erin. Hal ini disebabkan oleh penyidik yang menangani kasus tersebut sedang tidak bertugas, seperti dikutip dari Detik Hot.

"Jadi tadi kami sudah komunikasi baik-baik. Penyidik yang tangani perkara ini beliau lagi lepas dinas," kata Basuki kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026).

Pihak kuasa hukum kini telah berkoordinasi dengan penyidik untuk menjadwal ulang proses pemeriksaan terhadap Nur. Agenda pemeriksaan tersebut dijadwalkan berlangsung pada pekan depan.

"Nanti beliau akan schedule-kan untuk pemeriksaannya di hari Selasa pukul 13.00. Selasa pekan depan ya, di pukul 13.00," ujarnya.

Basuki menegaskan bahwa pihaknya belum menyerahkan dokumen apa pun kepada pihak kepolisian. Hal ini dikarenakan status kliennya yang saat ini masih bertindak sebagai saksi.

"Tidak ada berkas yang diserahkan karena beliau sifatnya sebagai seorang saksi. Nanti kalaupun ada yang dibawa adalah hasil pemeriksaan psikologi tadi yang kami sudah lakukan di salah satu rumah sakit," jelasnya.

Kondisi kejiwaan Nur kini tengah menjadi perhatian setelah dirinya menjalani pemeriksaan psikologis di sebuah rumah sakit. Hasil tertulis dari pemeriksaan medis tersebut diperkirakan baru akan keluar pada hari Senin mendatang.

"Kalau hasil tertulisnya itu belum. Nanti hari Senin sekitar pukul 10 bisa sampai ke tangan kami. Tapi tadi disampaikan benar akibat dari rentetan peristiwa yang terjadi saat itu mempengaruhi psikologi Teh Nur ini," kata Basuki.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tekanan psikologis yang dialami oleh Nur dilaporkan telah memengaruhi kondisi kesehatan fisiknya secara langsung.

"Psikologinya terganggu karena adanya satu peristiwa di tempat di mana beliau bekerja kemarin dan sudah masuk ke fisik. Ada mual-mual, ada rasa pusing. Nah, itu pengaruh dari tekanan psikologi yang dialami oleh klien kami," tuturnya.

Ketika dimintai keterangan oleh media, Nur mengungkapkan bahwa gangguan kesehatan fisik tersebut sebenarnya sudah ia rasakan sejak masih bekerja di rumah mantan majikannya.

"Pas sebelumnya juga ada, pas mulai dari sana," kata Nur.

Tekanan yang didapatkan selama bekerja memicu timbulnya berbagai gejala kecemasan yang berujung pada rasa sakit di bagian tubuhnya.

"Iya pusing, dadanya sakit, sesak gitu. Cemas, jadi panik karena tekanan di sana," ujarnya.

Meskipun mengalami kondisi kesehatan yang memburuk, Nur mengaku memilih untuk bungkam dan tidak pernah melaporkan hal tersebut kepada Erin.

"Nggak, nggak berani. Sama sekali saya nggak berani," kata Nur saat ditanya apakah pernah mengeluhkan kondisinya kepada mantan majikannya.

Rasa takut yang mendalam menjadi alasan utama Nur tidak berani bersuara. Selain tertekan karena lingkungan kerjanya yang terdahulu, ia juga merasa panik saat harus mendatangi kantor polisi.

"Iya ada tekanan, ada marah juga, terus disuruh ngomong baik-baik juga kan pas kemarin ke sini. Jadi saya panik, saya takut ke sini," katanya.

Saat ini Nur menyampaikan bahwa kondisi kesehatannya secara umum sudah berangsur membaik, walaupun rasa pusing kadang masih melanda dirinya.

Pihak kuasa hukum menegaskan akan menunggu dokumen resmi hasil pemeriksaan psikologis pada Senin depan sebelum menentukan langkah penanganan medis selanjutnya.

"Kalau tadi sepintas saya tanya kepada pihak yang nangani apa sih yang didapat dari pemeriksaan kali ini, beliau sampaikan betul dengan adanya peristiwa itu Teh Nur mengalami tekanan psikisnya sehingga itu berakibat ke organ tubuh. Ada rasa pusing, ada rasa mual. Seperti itu," imbuh Basuki.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author