Telkomsel Siapkan Paket Bundling IndiHome dengan Panel Surya

Share

Telkomsel tengah menyiapkan solusi Smart Home IndiHome yang berbasis panel surya sebagai bagian dari langkah mendukung pemanfaatan energi terbarukan di sektor rumah tangga. Rencana pengembangan keberlanjutan ini ditampilkan perusahaan dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, seperti dikutip dari Gadget.

Layanan Smart Home berbasis panel surya tersebut dirancang untuk mempermudah pelanggan dalam mengakses energi surya dengan biaya yang lebih terjangkau. Implementasi teknologi ini diperkirakan dapat memotong tagihan listrik rumah tangga antara 30 hingga 50 persen.

Selain menghemat biaya, penggunaan panel surya ini juga berpotensi menekan emisi karbon hingga kurang lebih 2 ton CO2 per rumah setiap tahunnya. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari strategi keberlanjutan Telkomsel yang mencakup tiga pilar utama, yaitu Jaga Cita, Jaga Data, dan Jaga Bumi.

Melalui pilar Jaga Cita, perluasan akses digital terus dilakukan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam ekonomi digital. Sepanjang tahun 2025, perusahaan telah melayani 156,1 juta pelanggan mobile serta 10,3 juta pelanggan IndiHome B2C dengan dukungan lebih dari 293 ribu BTS di seluruh Indonesia, termasuk menjangkau 360 desa blank spot.

Pemberdayaan masyarakat juga menyasar sekitar 90 ribu pelajar, UMKM, komunitas, hingga talenta muda lewat program sosial digital. Pada sektor internal, kapasitas tenaga kerja terus ditingkatkan pada bidang-bidang strategis seperti AI, cybersecurity, dan data science.

Sementara itu, pilar Jaga Data berfokus pada keamanan layanan dan perlindungan data pelanggan. Penerapan standar internasional ISO 27001, ISO 27701, dan ISO 25010 diterapkan untuk memperkuat tata kelola data serta keamanan siber perusahaan.

Inisiatif Ramah Lingkungan dan Kontribusi Ekonomi

Melalui pilar Jaga Bumi, Telkomsel mencatat sebanyak 361 BTS telah memanfaatkan energi terbarukan dari panel surya dan mikrohidro hingga tahun 2025. Perusahaan juga mengelola 100 persen limbah elektronik melalui metode recycle, reuse, atau refurbish, serta beralih menggunakan material kertas ramah lingkungan untuk kemasan kartu SIM.

Upaya menekan jejak karbon juga diperkuat lewat penanaman lebih dari 12 ribu pohon mangrove sepanjang tahun 2025. Ketahanan aset fisik dan infrastruktur telekomunikasi terhadap dampak perubahan iklim turut ditingkatkan demi menjaga keberlanjutan layanan operasional.

Dampak keberlanjutan ini juga menyentuh ekosistem bisnis yang tumbuh bersama perusahaan. Sepanjang tahun 2025, sekitar 83 persen dari total pendapatan perusahaan dialokasikan kembali kepada pemerintah, pemegang saham, pemasok dalam rantai pasok, serta karyawan.

Aktivitas bisnis ini turut ditopang oleh jaringan lebih dari 235 ribu mitra outlet ritel di berbagai daerah. Ke depan, langkah keberlanjutan ini akan terus diselaraskan dengan program GoZero Telkom Group guna mendukung target pencapaian Net Zero 2060.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author