FIFA Melarang Penonton Membawa Botol Air di Piala Dunia 2026

Share

Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) resmi melarang seluruh penonton membawa botol air minum, baik plastik maupun tumbler, ke dalam stadion selama Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Keputusan mendadak ini diumumkan menjelang pembukaan turnamen karena alasan keamanan.

Larangan ini mengubah ketentuan sebelumnya dalam Kode Etik Stadion FIFA yang sempat mengizinkan botol plastik transparan kosong hingga kapasitas satu liter. Perubahan tersebut memicu kekhawatiran besar dari para ahli medis dan kelompok suporter terkait risiko kesehatan penonton di tengah cuaca panas ekstrem musim panas.

Pihak otoritas sepak bola menyatakan bahwa tindakan tegas ini diambil guna meminimalkan potensi pelemparan benda tajam atau keras yang dapat mencederai orang-orang di dalam area lapangan.

"FIFA membuat keputusan untuk melarang botol demi mencegah risiko dan cedera pada pemain dan penonton," kata juru bicara FIFA kepada NBC News dalam sebuah pernyataan pada Kamis (4/5).

Untuk memitigasi dampak suhu tinggi di beberapa wilayah tuan rumah yang bisa melebihi pertengahan 26 derajat Celsius, federasi berjanji akan menyediakan fasilitas pendukung di luar area stadion.

"FIFA bekerja sama erat dengan setiap komite kota tuan rumah dan otoritas lokal mengenai faktor-faktor mitigasi panas bagi penggemar yang bepergian ke stadion, yang dapat mencakup sumber daya seperti stasiun penyemprotan, kipas angin, stasiun hidrasi, tenda pendingin, dan banyak lagi di sekitar area stadion," demikian pernyataan tersebut.

Kebijakan pengetatan ini memicu kritik keras dari perwakilan suporter Eropa yang menilai pembatasan akses air minum mandiri sebagai langkah komersial yang membahayakan keselamatan jiwa.

"Ini risiko kesehatan yang nyata. Di Eropa, kita melihat makin banyak orang-orang ambruk di tribun karena serangan panas. Ini kan persoalan matematika yang sederhana: makin rumit akses ke air, makin terancam pula orang kena serangan panas dan dehidrasi," ungkap Direktur Eksekutif Suporter Sepakbola Eropa Ronan Evain kepada The Guardian.

Ronan Evain juga menyoroti adanya motif ekonomi di balik regulasi baru ini, mengingat hak penjualan minuman eksklusif di dalam stadion dipegang penuh oleh mitra komersial utama mereka.

"Ini menunjukkan bahwa sekali lagi, prioritasnya adalah menggenjot pendapatan. Betapa amoralnya untuk mengambil keuntungan dari air di situasi ini, ketika kesehatan orang-orang dalam ancaman. Ini mengerikan bagi saya."

Kekecewaan senada juga disuarakan oleh kelompok pendukung tim nasional Inggris melalui media sosial yang mempertanyakan batasan barang bawaan lain bagi fans di masa mendatang.

"Lalu apa selanjutnya? Tabir surya dilarang dan penggemar dipaksa membelinya di stadion?" tulis warganet bernama Free Lions, sebuah kelompok pendukung Inggris yang berafiliasi dengan Asosiasi Pendukung Sepak Bola, dalam sebuah unggahan di Twitter pada hari Kamis (4/6).

Seorang pengguna media sosial lainnya turut mengkritik aturan baru tersebut karena menilai kondisi arsitektur sebagian besar tempat pertandingan sangat terbuka terhadap paparan sinar matahari langsung.

"Mengingat betapa panasnya stadion, yang banyak di antaranya terbuka, biarkan saja penggemar membawa botol air minum jika mereka mau," kata warganet lainnya.

Para pakar kesehatan dari London juga memberikan peringatan keras mengenai potensi fatal dari dehidrasi akut jika penonton enggan mengantre air di dalam stadion selama berjam-jam.

"Ini adalah berita yang sangat mengkhawatirkan. Panas dan dehidrasi dapat menyebabkan penonton merasa pusing atau bahkan pingsan." kata Malcom Mistry, dosen universitas di London yang dikutip oleh The Sun.

Malcom Mistry menambahkan bahwa penonton cenderung menetap di kursi mereka dalam waktu lama, sehingga ketiadaan pasokan air di tangan akan meningkatkan ancaman heatstroke.

"Jika orang tidak mendapatkan cairan yang cukup, hal itu dapat menyebabkan heatstroke, dengan konsekuensi yang berpotensi fatal. Orang-orang di stadion tidak akan berdiri dan mengantre di kios atau keran air. Mereka akan duduk di kursi mereka selama sekitar tiga jam, di tengah panas. FIFA mengambil risiko besar dengan ini."

Dampak penambahan beban kerja jantung akibat suhu tinggi dan dehidrasi juga menjadi perhatian utama praktisi medis lainnya yang menuntut adanya akses air gratis yang cepat.

"Larangan penggunaan botol daur ulang oleh penonton meningkatkan risiko masalah terkait panas." kata Oliver Gibson, seorang dokter dari London.

Faktor kerentanan usia menjadi alasan utama mengapa akses hidrasi tanpa hambatan sangat dibutuhkan oleh kelompok suporter tertentu selama pertandingan berlangsung.

"Panas dan dehidrasi meningkatkan beban pada jantung, dan hal ini berpotensi menyebabkan serangan jantung. Terutama orang tua, anak muda, dan orang dengan masalah kesehatan membutuhkan akses minum gratis tanpa harus menunggu," tutup Gibson.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author