John Herdman Siapkan Debut Matthew Baker di Timnas Senior

Share

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan sinyal kuat untuk menurunkan bek muda Matthew Baker dalam pertandingan senior melawan Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Jumat, 5 Juni 2026.

Langkah mempromosikan pemain berusia 17 tahun ini merupakan bagian dari kebijakan percepatan regenerasi skuad Garuda untuk mendongkrak posisi Indonesia yang kini berada di peringkat ke-122 FIFA.

Kebijakan strategis ini sengaja dirancang oleh tim pelatih melalui program khusus untuk mematangkan talenta muda berbakat agar lebih cepat beradaptasi dengan atmosfer sepak bola internasional di level tertinggi.

"Matthew Baker adalah prospek muda yang menarik. Bagian dari strategi kami adalah strategi akselerasi. Apa yang saya pelajari adalah ketika Anda melihat pemain dengan potensi tersebut, penting untuk melambungkan kariernya dengan cepat," kata Herdman dalam tayangan Primetime News Metro TV, Jum'at 5 Juni 2026.

Arsitek tim asal Kanada tersebut menilai bahwa masa transisi seorang pemain muda menuju kompetisi elite memiliki jendela waktu yang relatif singkat sehingga pengalaman bersama tim nasional menjadi sangat efektif.

"Jendela untuk memindahkan pemain, mungkin dari A-League ke kompetisi kasta satu atau kasta dua di Eropa itu sangat pendek. Jika seorang pemain memiliki kesempatan di level internasional, mereka mendapat lebih banyak peluang untuk dilihat dan mereka akan melangkah naik lebih cepat," ujarnya.

Rencana mempromosikan pemain belakang Melbourne City ini mendapat dukungan penuh dari bek senior Borussia Moenchengladbach, Kevin Diks, yang ditunjuk pelatih sebagai mentor selama proses adaptasi.

"Jadi ya, soal Matthew, saya pikir dia anak muda yang baik dengan banyak potensi. Saya bisa melihat sejak hari pertama apa yang dilihat pelatih padanya. Banyak potensi, sangat muda," ujar Diks dalam konferensi pers sebelum laga melawan Oman seperti dilansir sport.detik.com.

Pemain yang merumput di kompetisi Eropa tersebut mengaku sangat memahami situasi tekanan yang dihadapi Baker karena ia juga memulai karier profesional pada usia yang sama.

"Saya pikir ketika saya menembus sepak bola profesional, saya juga berusia 17 tahun, jadi saya bisa memahami situasinya, dari mana dia berasal. Tapi tentu saja di tim nasional skalanya lebih besar daripada di level klub, jadi saya mencoba membantunya semampu saya." kata Diks.

Bek senior ini menambahkan bahwa dirinya sering membangun komunikasi dengan Baker tanpa bermaksud memberikan beban berat agar sang pemain memiliki waktu yang cukup untuk berkembang.

"Saya berbicara dengannya beberapa kali tapi saya tidak ingin memberinya terlalu banyak tekanan. Sejujurnya, dia punya banyak waktu," jelasnya.

Pernyataan dukungan serupa juga ditekankan kembali oleh Diks saat mengapresiasi talenta luar biasa yang dimiliki rekan barunya tersebut di lini pertahanan skuad Garuda.

"Saya pikir Matthew adalah anak muda yang baik dengan banyak potensi. Saya bisa melihat sejak hari pertama apa yang dilihat pelatih dalam dirinya. Dia masih sangat muda tapi memiliki banyak potensi. Ketika saya masuk ke sepak bola profesional, saya juga berusia 17 tahun. Jadi saya bisa memahami situasinya dan dari mana dia berasal. Saya mencoba membantunya semampu saya," ujarnya.

Jika dimainkan dalam laga kontra Oman, Matthew Baker yang berusia 17 tahun 23 hari akan mencatatkan sejarah baru sebagai pemain termuda yang membela Timnas senior menggeser rekor Arkhan Kaka.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author