Bank BPD Bali Catat Pertumbuhan Aset Menjadi Rp43,12 Triliun
PT Bank Pembangunan Daerah Bali membukukan total aset sebesar Rp43,12 triliun per 31 Mei 2026, yang menandai pertumbuhan sebesar 8,19 persen secara year on year (YoY). Pengumuman capaian kinerja positif ini bertepatan dengan momentum peringatan hari ulang tahun maskapai perbankan daerah tersebut yang ke-64 pada Jumat (5/6/2026).
Data keuangan perusahaan menunjukkan tren kenaikan pada berbagai lini bisnis utama, termasuk penyaluran kredit yang menyentuh angka Rp25,63 triliun atau tumbuh 8,46 persen YoY. Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendominasi serapan modal dengan porsi Rp13,51 triliun setelah mengalami pertumbuhan sebesar 12,55 persen YoY.
Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) institusi ini juga terkerek naik 5,68 persen menjadi Rp35,40 triliun, sementara perolehan laba per Mei 2026 terdongkrak 16,50 persen YoY hingga mencapai Rp670 miliar. Berbagai indikator rasio keuangan makro entitas ini pun berada pada posisi yang sehat, dilansir dari Detikcom.
Tercatat Capital Adequacy Ratio (CAR) menyentuh level 30,34 persen, Return on Assets (ROA) sebesar 4,29 persen, serta Return on Equity (ROE) berada di angka 28,39 persen. Selain itu, rasio NPL Gross terjaga rendah sebesar 0,96 persen dengan BOPO 59,09 persen dan Net Interest Margin (NIM) mencapai 5,89 persen.
Kondisi permodalan kian diperkuat oleh suntikan investasi dari pemegang saham selama tahun berjalan sebesar Rp746 billion. Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma memaparkan implikasi dari penambahan modal tersebut bagi masa depan korporasi yang dipimpinnya.
"Dengan demikian, total modal disetor per Mei 2026 mencapai Rp 3,63 triliun dan modal inti sebesar Rp 5,98 triliun, yang memproyeksikan Bank BPD Bali untuk naik kelas menjadi bank kategori KBMI 2 pada tahun ini," jelasnya.
Pihak manajemen menetapkan tema 'Harmoni Bertumbuh Menjaga Stabilitas' dalam menyambut usia baru sebagai refleksi dari tata kelola yang menyeimbangkan kemajuan bisnis dan ketahanan institusi. Sudharma membeberkan arti mendalam di balik pemilihan slogan peringatan ulang tahun tersebut.
"Sementara itu, menjaga stabilitas dimaknai sebagai jangkar institusi dalam menghadapi dinamika ekonomi global. Bank BPD Bali berkomitmen memastikan seluruh kondisi fundamental, mulai dari kesehatan finansial, permodalan, kepatuhan hukum, hingga keamanan data, tetap terjaga dengan mengedepankan manajemen risiko pada setiap langkah strategisnya," kata Sudharma.
Langkah ekspansi perseroan ke depan akan lebih mengedepankan penguatan sistem internal dan pengendalian risiko ketimbang sekadar mengejar target angka pertumbuhan. Sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan kepada publik, manajemen menggelar serangkaian aksi kemanusiaan dan internal.
"Sebagai bentuk rasa syukur dan kepedulian sosial, peringatan HUT ke-64 ini diisi dengan berbagai kegiatan humanis maupun kekeluargaan. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi persembahyangan bersama, penyerahan punia, pemberian bantuan langsung kepada panti asuhan, serta kunjungan silaturahmi kepada para pendiri dan pensiunan pengurus Bank BPD Bali. Selain itu, diselenggarakan pula kegiatan donor darah, turnamen tenis meja dan kompetisi frontliner untuk menjaga serta meningkatkan kualitas layanan," tuturnya.
Sudharma juga menyampaikan apresiasi tertulis kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung eksistensi perusahaan hingga saat ini. Pihaknya berkomitmen untuk merealisasikan visi jangka panjang sebagai bank regional yang kuat dan berdaya saing tinggi.
"Mewakili manajemen dan seluruh insan Bank BPD Bali, kami mengucapkan terima kasih kepada nasabah, Pemegang Saham, Pemerintah serta seluruh lapisan masyarakat atas kepercayaan maupun dukungan yang senantiasa diberikan. Kepercayaan inilah yang menjadi fondasi utama bagi Bank BPD Bali untuk dapat terus bertahan, bertumbuh dan berupaya memberikan layanan yang terbaik," ungkap Sudharma.
Kinerja stabil bank daerah ini memicu perhatian positif di tingkat nasional saat berlangsungnya Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR RI di Jakarta pada Rabu (3/6/2026). Sudharma memanfaatkan forum bersama Kementerian Dalam Negeri tersebut untuk menyuarakan pentingnya payung hukum bagi BPD.
"Regulasi yang kuat bagi BUMD, khususnya BPD, sangat penting untuk menjaga keberlanjutan fungsi intermediasi, memperluas akses pembiayaan masyarakat, dan mendukung pembangunan daerah," jelas Sudharma.
Efisiensi tingkat keuntungan institusi perbankan asal Pulau Dewata ini turut mendapat sorotan dari parlemen pusat. Anggota Komisi II DPR RI Wahyudin Noor Aly melemparkan pujian atas kapabilitas manajemen dalam mengoptimalkan pengelolaan aset daerah.
"Kita mengapresiasi Bank BPD Bali. Dengan aset di kisaran Rp 40 triliun, labanya mencatatkan hasil yang sangat baik sebesar Rp 1.101,47 miIiar. Hal ini membuktikan bahwa bank dengan aset yang relatif tidak terlalu besar tetap dapat dikelola secara optimal untuk menghasilkan keuntungan yang baik bagi daerah," tutupnya.