Kabupaten Jember Sepakati Kerja Sama Sister City dengan Kota Jinhua

Share

Pemerintah Kabupaten Jember menyepakati kerja sama internasional Sister City dengan Kota Jinhua guna mengoptimalkan berbagai potensi daerah, seperti sektor pertanian, perkebunan, pendidikan, hingga industri kreatif. Kesepakatan strategis ini diresmikan dalam pertemuan resmi di Pendapa Wahyawibawagraha, Jember, pada Selasa (2/6), dilansir dari Detikcom.

Bupati Kabupaten Jember Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait, menerima langsung kunjungan Konsul Jenderal Republik Rakyat China Ye Su beserta Wakil Ketua Komite Konferensi Konsultatif Politik Kota Jinhua Yang Jian Ming. Kabupaten Jember yang memiliki populasi 2,6 juta jiwa ini menawarkan sejumlah komoditas unggulan ekspor seperti kopi robusta, edamame, jagung, okra, tembakau, dan cerutu.

Hubungan bilateral ini diharapkan tidak hanya terbatas pada bidang perdagangan, melainkan meluas ke sektor esensial lain demi mendongkrak kualitas sumber daya manusia lokal. Gus Fawait memaparkan seluruh potensi tersebut di hadapan delegasi dalam pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih 18 menit.

"Selamat datang di Kabupaten Jember dan semoga Bapak Ibu semua bisa betah di Jember dan bisa kembali lagi ke Kota Jember tercinta ini," sambut Gus Fawait.

Pihak pemerintah daerah juga menegaskan komitmen penuh untuk membangun kolaborasi yang saling menguntungkan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat luas. Sektor pendidikan berbasis pondok pesantren dan perguruan tinggi di Jember menjadi salah satu modal utama kekuatan daerah.

"Orang-orang pondok pesantren sudah mengenal istilah uthlubul ilma walau bish-shiin. Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri China," katanya.

Pengembangan kemitraan ini diproyeksikan menyentuh ranah kesehatan, investasi, peningkatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga program pertukaran pengetahuan antarnegara. Gus Fawait menginginkan agar status Sister City ini diimplementasikan secara konkret pada berbagai instansi publik.

"Jadi bukan hanya Sister City, tapi Sister University, Sister School, maupun Sister Hospital yang bisa memperkuat hubungan masyarakat kedua kota sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia," imbuh Gus Fawait.

Langkah taktis Pemerintah Kabupaten Jember ini mendapatkan respons positif dari kalangan akademisi yang menilai pentingnya peran kota dalam diplomasi modern. Hubungan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok dipandang memiliki posisi yang sangat krusial di kawasan Asia saat ini.

"Dan saya kira hubungan Indonesia dan Tiongkok akan menjadi salah satu hubungan paling penting di Asia pada abad ke-21," kata Guru Besar Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember Agus Trihartono.

Agus menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk investasi kepercayaan jangka panjang bagi daerah. Dampak positif dari kemitraan internasional ini diperkirakan baru akan terlihat secara nyata dalam beberapa dekade mendatang.

"Hubungan yang dirawat baik sering kali baru menunjukkan nilainya lima, sepuluh, bahkan dua puluh tahun kemudian," imbuhnya.

Apresiasi serupa datang dari akademisi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang, Irfan Kharisma Putra, yang melihat kunjungan delegasi luar negeri ini sebagai sinyal positif bagi publik. Kehadiran para delegasi tersebut menjadi bukti autentik bahwa potensi daya saing global yang dimiliki Jember mulai diakui secara internasional.

"Ini adalah pengakuan bahwa Jember mulai diperhitungkan. Pengakuan bahwa Jember memiliki sesuatu yang menarik untuk ditawarkan kepada dunia," pungkas Irfan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author