SNPMB Jelaskan Alasan Proses Penilaian UTBK SNBT Butuh Waktu Sebulan
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 Prof Dr Ir Eduart Wolok membeberkan alasan panitia membutuhkan waktu hampir sebulan untuk mengumumkan hasil UTBK SNBT.
Proses ini berkaitan dengan penentuan waktu pelaksanaan dan mekanisme penilaian yang terbagi menjadi dua tahap, yaitu scoring dan pembobotan.
Dilansir dari Detikcom, penjelasan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Panitia Kerja (RDP Panja) Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru bersama Komisi X DPR RI yang disiarkan melalui YouTube TVR Parlemen.
"Pelaksanaan UTBK itu terakhir tanggal 2 Mei, pengumumannya 25 Mei. Kami butuh 20 hari. Jawaban pertama, kenapa harus April dilaksanakan? Karena harus setelah lulusan. Karena peserta peserta UTBK kan lulusan SMA. Jadi tidak mungkin kami tarik ke Maret," jelas Eduart.
"Makanya mengapa pelaksanaan UTBK itu ini kami sudah berusaha untuk padatkan dan 871.496 peserta UTBK (2026) itu selesai tanggal 2 Mei, pengumuman 25 Mei. Kami menggunakan sistem yang berbeda antara scoring dan bobot," tambahnya.
Mekanisme setelah ujian selesai dimulai dengan validasi ulang jawaban per soal oleh panitia SNPMB. Setelah itu, tim khusus melakukan scoring tanpa mengetahui identitas maupun nomor peserta yang sedang dinilai.
Ketua Majelis Rektor PTN Indonesia (MRPTNI) tersebut menegaskan bahwa sistem ini menutup celah terjadinya kecurangan dalam penilaian UTBK.
Tahap berikutnya adalah pembobotan berdasarkan peringkat yang dikerjakan oleh tim yang sepenuhnya berbeda dari tim scoring.
"Jadi kalau saya di tim scoring, saya tidak tahu siapa nih yang saya periksa. Yang pasti skornya sekian, baru kemudian akan cocokkan ke tim untuk pembobotan. Itu tim yang berbeda," kata Eduart.
"Bahkan Ibu-Bapak, saya ingin sampaikan, ketua penanggung jawab soal itu memiliki dua putra yang ikut SNBT dan alhamdulillah dua-duanya tidak lulus, padahal soalnya ada di rumahnya. Bahkan kemarin terus terang beberapa rektor sempat galau ketika penetapan anak mereka tidak lulus," ungkapnya.