OJK Pastikan Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Industri Keuangan Terkendali

Share

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa dampak dari penurunan nilai tukar rupiah terhadap sektor keuangan domestik masih berada di bawah kendali pada Jumat (5/6/2026). Stabilitas ini ditopang oleh kondisi permodalan perbankan yang kokoh.

Ketahanan industri keuangan domestik ini dibuktikan oleh rasio kecukupan modal (CAR) perbankan yang berada di level solid sebesar 23,97% per April 2026, seperti dilansir dari Detik Finance. Saat ini, mata uang rupiah mengalami depresiasi terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga menyentuh angka Rp 18.036 pada penutupan data Bloomberg hari ini.

"OJK melihat bahwa dampak langsung terhadap sektor jasa keuangan, khususnya di perbankan saat ini masih relatif terkendali," ungkap Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam konferensi pers RDKB secara virtual, Jumat (5/6/2026).

Perempuan yang populer dengan sapaan Kiki tersebut menambahkan bahwa risiko penurunan nilai kurs terhadap industri perbankan domestik masih berada di zona aman. Indikator ini terlihat dari angka devisa neto perbankan yang posisinya berada jauh di bawah batas minimal modal yakni 20 persen.

"Apabila disertai dengan kenaikan harga komoditas energi global, yang tentunya bisa mempengaruhi kualitas aset perbankan, khususnya penurunan kemampuan bayar debitur yang terdampak apabila kondisi keuangan tersebut terus berlanjut," terangnya.

Sebagai langkah antisipasi, pengawasan terhadap aktivitas transaksi valuta asing di industri perbankan akan diperketat demi memitigasi risiko penurunan mata uang rupiah. OJK memantau posisi devisa neto secara harian untuk memastikan ketersediaan likuiditas valas.

"Tentunya kami juga akan terus mempererat koordinasi dengan Bank Indonesia selaku otoritas moneter untuk memastikan kecukupan likuiditas valas di sistem keuangan terus terjaga, mengingat stabilitas rupiah merupakan kepentingan bersama seluruh pemangku kepentingan di sektor keuangan," pungkasnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author