Gubernur DKI Pramono Anung Tegaskan Pulau Sampah di Muara Angke Selesai Dikeruk

Share

Tumpukan limbah padat yang menyerupai daratan di kawasan pesisir Jakarta Utara, tepatnya di Muara Angke, kini telah dibersihkan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan bahwa fenomena tersebut muncul akibat adanya proses pengendapan.

"Sedangkan yang di Muara Angke yang kemudian terjadi pulau sampah karena sedimentasi," ujar Pramono kepada wartawan di Balai Kota DKI, Jumat (5/6/2026).

Proses pembersihan daratan buatan dari limbah tersebut, dilansir dari Detikcom, berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Pramono Anung memastikan bahwa wilayah perairan tersebut sekarang sudah bersih dari timbunan sampah.

"Sudah tiga hari ini kita lakukan pengerukan. Sudah selesai? Sudah selesai," tutur Pram.

Kondisi pesisir tersebut kembali menjadi pusat perhatian publik setelah rekaman videonya tersebar luas di media sosial. Hamparan limbah padat itu dilaporkan membentang dengan jarak sekitar 600 hingga 700 meter dari garis pantai.

Timbunan tersebut diduga terbentuk dari sampah yang terbawa oleh pergerakan arus sungai serta laut, kemudian mengumpul dan menyembul ke permukaan hingga terlihat seperti daratan baru. Tim gabungan dialokasikan untuk menuntaskan penanganan area tersebut.

Sebelumnya, operasi pembersihan daratan sampah ini dilakukan secara kolaboratif dengan mengerahkan puluhan petugas ke lokasi kejadian. Sebanyak 70 personel dari berbagai unsur dilibatkan dalam aksi bersih-bersih ini.

"Kegiatan ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan sekitar 70 personel gabungan," demikian keterangan Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta lewat akun Instagram @upsbadanairdlhdki, Kamis (4/6).

Tim gabungan tersebut terdiri dari personel UPS Badan Air Kecamatan Penjaringan, Satpel Lingkungan Hidup Kecamatan Penjaringan, Sudin Lingkungan Hidup Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, serta personel Polairud Polda Metro Jaya.

Aksi gotong royong ini dijalankan sebagai respons cepat atas pengaduan dari masyarakat yang disampaikan melalui platform media sosial. Lokasi penumpukan tersebut secara spesifik berada di Pulau Sedimen pesisir Muara Kali Adem, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

"Lokasi pesisir dan area sedimen menjadi salah satu titik yang rentan menjadi tempat berkumpulnya sampah kiriman dari laut maupun badan air. Kondisi tersebut memerlukan penanganan khusus dan kerja sama berbagai pihak agar sampah dapat segera diangkut dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap lingkungan pesisir," jelasnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author