Sleman Siapkan Paket Wisata Premium Sambut Reaktivasi Bandara Adisutjipto
Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyiapkan paket wisata khusus bernilai tinggi berbasis gastronomi dan kebugaran (wellness) guna mendukung rencana reaktivasi Bandara Adisutjipto sebagai pintu masuk wisatawan pada Jumat (5/6/2026).
Langkah strategis ini diambil untuk menangkap peluang dari kembalinya operasional penerbangan komersial di bandara tersebut, seperti dilansir dari Detik Travel. Fokus pariwisata daerah kini bergeser dari sekadar kuantitas jumlah kunjungan menjadi kualitas belanja dan durasi tinggal wisatawan.
Pemerintah daerah setempat menargetkan peluncuran seluruh kesiapan paket wisata ini pada Agustus mendatang agar selaras dengan jadwal pembukaan kembali bandara komersial tersebut.
"Kami sudah berkolaborasi dengan universitas, hotel, dan destinasi wisata untuk mengembangkan wisata gastronomi dan wellness.Kami targetkan paket wisata premium dengan estimasi minimal Rp2,5 juta per orang," kata Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sleman Kus Endarto.
Pengembangan wisata gastronomi ini dirancang agar mampu menyajikan pengalaman yang mengangkat filosofi serta narasi di balik makanan, termasuk hidangan yang terinspirasi dari relief candi setempat. Selain kuliner, pembukaan kembali akses penerbangan dekat pusat kota diproyeksikan menjadi stimulus bagi sektor Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) serta olahraga golf.
"Kami akan bersinergi dengan KONI dan PJI untuk menggelar berbagai ajang golf, baik skala nasional maupun internasional. Harapannya, hotel-hotel yang selama ini terdampak oleh perpindahan bandara dapat kembali hidup dengan adanya peningkatan okupansi dari pelaku MICE dan wisatawan mancanegara," kata Kus Endarto.
Pihak dinas pariwisata mencatat akselerasi kunjungan perlu dilakukan demi mengejar capaian tahun 2017 yang menyentuh angka 8 juta wisatawan. Saat ini, angka kunjungan domestik berada di kisaran 2 juta, sedangkan jumlah wisatawan asing stagnan pada angka 200.000 hingga 400.000 per tahun.
Rencana penyebaran strategi pariwisata ini akan dilakukan merata ke seluruh kawasan Sleman, termasuk wilayah barat yang memiliki keterbatasan lahan untuk destinasi konvensional.
"Kami akan manfaatkan potensi wilayah barat melalui pengembangan gastronomi dan wellness. Kami juga sedang mengkaji tantangan baru, yakni tren wisatawan yang lebih memilih homestay atau vila dibandingkan hotel saat ada kegiatan besar, agar nantinya berdampak positif bagi seluruh pelaku industri di DIY," kata Kus Endarto.
Kebijakan pengaktifan kembali penerbangan komersial ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginstruksikan pembukaan ulang layanan komersial di Bandara Husein Sastranegara Bandung dan Bandar Udara Adisutjipto Yogyakarta.