Kementerian ESDM Teken Kontrak Program Listrik Desa Senilai Rp4 Triliun

Share

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menandatangani kontrak tahap I untuk program listrik desa (lisdes) di 1.520 lokasi. Nilai kontrak awal ini mencapai Rp4 triliun dari total pagu anggaran tahun 2026 yang disiapkan sebesar Rp10,3 triliun, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.

Pendanaan program lisdes senilai Rp10,3 triliun tersebut dialokasikan melalui dua sumber. Pemerintah memanfaatkan dana rupiah murni reguler sebesar Rp994 miliar serta anggaran belanja tambahan (ABT) yang mencapai Rp9,3 triliun.

Saat ini, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan bersama PT PLN (Persero) tengah mematangkan dokumen perencanaan untuk sisa wilayah lainnya. Penyusunan target perencanaan bagi 2.330 lokasi baru dijadwalkan rampung pada akhir Juni 2026 dengan sasaran penerima manfaat sebanyak 17.853 pelanggan pada tahun ini.

Pemerintah memproyeksikan perluasan jaringan kelistrikan nasional ini akan berjalan berkelanjutan hingga tahun depan. Infrastruktur baru terus dibangun untuk menjangkau daerah terisolasi.

Anggaran dari program Lisdes 2026 telah ditetapkan sebesar Rp10,3 triliun yang terdiri dari rupiah murni reguler Rp994 miliar dan anggaran tambahan sekitar Rp9,3 triliun,

Kata Plt Dirjen Ketenagalistrikan Tri Winarno di Komisi XII DPR, Kamis (4/6/2026).

Tri Winarno menguraikan bahwa program lisdes untuk periode 2026–2027 dirancang melalui pembangunan jaringan distribusi baru. Selain itu, pemerintah akan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) komunal di 3.850 lokasi dengan estimasi kebutuhan dana Rp18,65 triliun.

Pada periode sebelumnya sepanjang tahun 2025, program serupa telah menyentuh 1.403 lokasi. Proyek tersebut merealisasikan pembangunan jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 3.773 km, jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 3.056 km, serta gardu distribusi berkapasitas total 92.300 kilovolt ampere (kVA).

Tantangan Geografis Elektrifikasi Wilayah

Meskipun pembangunan terus berjalan, data akhir tahun 2025 menunjukkan masih ada 10.068 lokasi di Indonesia yang belum mendapatkan akses listrik. Wilayah Indonesia Timur mendominasi daftar daerah terpencil yang belum teraliri daya listrik tersebut.

Distribusi lokasi yang belum berlistrik mencakup Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara sebanyak 5.555 lokasi; Kalimantan 1.099 lokasi; Sulawesi 799 lokasi; Sumatra 985 lokasi; dan Jawa 1.630 lokasi.

Di mana konsentrasi terbesar berada di wilayah Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara mencapai 5.555 lokasi atau lebih dari 55% dari total yang kita rencanakan, yang mencerminkan tantangan geografis kepulauan atau keterpencilan wilayah yang sangat berat,

Ujar Tri Winarno.

Realisasi Capaian dan Target Investasi Jangka Panjang

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya memaparkan bahwa program kelistrikan ini telah menyambungkan daya ke 77.616 pelanggan sepanjang tahun 2025. Program tersebut secara nyata telah mengintervensi 1.516 lokasi pada tahun lalu.

Kita sudah memasang 1.516 lokasi dan mencakup 77.616 pelanggan untuk listrik desa,

Kata Bahlil Lahadalia saat konferensi pers capaian kinerja 2025 di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Dalam rencana strategis jangka panjang, Kementerian ESDM menargetkan penyambungan listrik untuk sekitar 1,2 juta rumah tangga dari program lisdes sepanjang 2025-2029. Target lainnya adalah pemenuhan elektrifikasi untuk total 5.758 desa di seluruh Indonesia.

Kementerian ESDM mengalokasikan dana sekitar Rp4,52 triliun untuk program lisdes tahun lalu. Rinciannya meliputi Rp3,85 triliun untuk jaringan perdesaan, Rp0,22 triliun untuk peningkatan jam nyala 24 jam penuh, dan Rp0,45 triliun untuk bantuan pasang baru listrik (BPBL) atau instalasi gratis.

Adapun proyeksi total kebutuhan investasi program listrik desa hingga akhir 2029 diperkirakan menyentuh angka Rp50 triliun. Seluruh program ini dibiayai penuh oleh APBN dengan prioritas rumah tangga miskin yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), terutama di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author