BPOM dan Kemenkes Gelar Forum Bahas Ancaman Gula Tersembunyi
Konsumsi gula berlebih menjadi salah satu faktor yang memicu peningkatan berat badan. Dampak lainnya adalah meningkatnya risiko gangguan metabolisme, termasuk diabetes mellitus yang kini mulai banyak ditemukan pada kelompok usia muda.
Di tengah tren makanan dan minuman manis yang semakin populer, masyarakat sering kali tidak menyadari asupan gula. Zat ini tidak hanya berasal dari gula yang terlihat secara langsung, tetapi juga hadir dalam berbagai bentuk dan istilah lain yang tersembunyi (hidden sugar) di label produk makanan maupun minuman sehari-hari, seperti dilansir dari Detik Health.
Edukasi mengenai pembatasan asupan gula sebenarnya sudah banyak dilakukan. Namun pada praktiknya, masih banyak masyarakat yang belum memahami berbagai bentuk penamaan gula, klaim seperti less sugar, low sugar, atau no sugar, hingga cara membaca label nutrisi dengan benar.
Akibatnya, sumber-sumber gula sering luput dari perhitungan konsumsi kalori harian. Kondisi ini membuat upaya pengendalian konsumsi gula menjadi kurang optimal.
Di samping itu, mengonsumsi gula tersembunyi juga bisa diibaratkan dengan perselingkuhan dalam menjalani diet gula. Sebenarnya, 'selingkuh' dengan yang manis-manis tidak apa-apa, namun tetap harus mengetahui aturan dan batasan, serta teratur melakukan aktivitas fisik.
Untuk itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, pelaku industri, dan detikcom menghadirkan forum diskusi Leader's Forum bertajuk 'Jebakan 'Hidden Sugar' Ada di Mana-mana, Diam-diam Bikin Gendut'.
Digelar pada Jumat, 5 Juni 2026 pukul 13.00 WIB, forum ini diharapkan dapat membantu masyarakat lebih kritis dalam memahami kandungan gula pada produk konsumsi sehari-hari. Langkah ini sekaligus mendorong pola konsumsi yang lebih bijak demi menjaga kesehatan metabolik jangka panjang.
Forum 'Jebakan 'Hidden Sugar' Ada di Mana-mana, Diam-diam Bikin Gendut' akan membahas pentingnya literasi label nutrisi dan pemahaman istilah seperti less sugar, low sugar, dan no sugar. Selain itu, forum ini akan mengupas tuntas pengaturan pola makan dan pemilihan bahan makanan dengan indeks glikemik rendah membantu mengontrol gula darah.
Di tengah angka prevalensi diabetesi yang tinggi, forum ini juga akan membahas produk dengan nutrisi lengkap dan seimbang, indeks glikemik rendah (GI 44), serta kandungan isomaltulosa dan inulin yang membantu menjaga stabilitas gula darah dan memberikan rasa kenyang lebih lama.
Selain itu, forum ini juga akan memberikan edukasi pola hidup sehat perlu dilakukan tanpa harus menghilangkan makanan dan minuman favorit sepenuhnya. Tak hanya itu, para narasumber ahli juga membagikan tips and trik mengkonsumsi makanan manis agar tidak berlebihan, beserta aturan atau batasannya.
Adapun narasumber yang akan hadir dalam acara ini yaitu Kepala BPOM Taruna Ikrar, Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes Dr Siti Nadia Tarmizi, MEpid, Health Communicator Kalbe Nutritionals dr Laurencia Ardi, MGizi, AIFO-K, dan Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Mufti Mubarok.
Keempat narasumber ini akan memberikan pandangan bagaimana respons industri dalam mendorong pola konsumsi yang lebih bijak. Mereka juga akan memaparkan pentingnya literasi masyarakat dalam memahami kandungan gula pada produk sehari-hari.
"Berani Selingkuh sama yang manis-manis? Why not? Kan ada dia". Temukan jawabannya di Leader's Forum bertajuk 'Jebakan 'Hidden Sugar' Ada di Mana-mana, Diam-diam Bikin Gendut', Jumat, 5 Juni 2026 pukul 13.00 WIB di [detik.com/leadersforumbpom](https://detik.com/leadersforumbpom).