Ketidakpastian Perundingan AS dan Iran Menahan Pergerakan Harga Emas
Harga emas dunia dilaporkan bergerak stagnan pada Jumat (5/6/2026) seiring ketidakpastian perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran guna mengakhiri ketegangan geopolitik yang mengguncang pasar global.
Fluktuasi nilai logam mulia tertahan setelah menguat hampir 1 persen pada perdagangan sebelumnya, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.
Emas batangan kini diperdagangkan pada kisaran US$4.470 per ons akibat sentimen dari Timur Tengah yang kembali memanas sepanjang pekan ini.
Proses diplomasi mengalami hambatan karena adanya perbedaan pernyataan dari kedua belah pihak mengenai hasil kesepakatan.
"akhir", kata Presiden AS Donald Trump.
Di sisi lain, perwakilan dari pihak Teheran menyatakan pandangan yang bertolak belakang mengenai perkembangan pembicaraan damai tersebut.
"belum ada kemajuan nyata yang berhasil dicapai.", kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.
Ketidakpastian semakin meningkat setelah kelompok Hezbollah menolak draf gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang dijembatani oleh Washington.
Situasi tersebut menghambat upaya pemulihan stabilitas kawasan dan memicu kekhawatiran gangguan arus energi di Selat Hormuz.
Dampak konflik telah mengoreksi harga emas sekitar 15 persen sejak akhir Februari akibat potensi bertahannya suku bunga tinggi bank sentral.
Pada perdagangan Jumat pukul 07.04 waktu Singapura, harga emas spot turun tipis 0,1 persen ke level US$4.470,10 per ons.
Sementara itu, harga perak naik 0,1 persen ke posisi US$73,95 per ons, sedangkan Indeks Bloomberg Dollar Spot bergerak datar.