Perundingan AS dan Iran Buat Harga Minyak Dunia Stabil

Share

Harga minyak dunia bergerak stabil setelah mencatat penurunan pertama pada pekan ini. Situasi ini terjadi seiring munculnya optimisme bahwa perundingan antara Amerika Serikat dan Iran akan memulihkan aliran pasokan energi melewati Selat Hormuz.

Seperti dikutip dari Bloombergtechnoz, West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan pada level di bawah US$93 per barel setelah mengalami kemerosotan lebih dari 3% pada Kamis. Sementara itu, Brent ditutup pada kisaran US$95 per barel.

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan tersebut berjalan dengan baik. Meskipun demikian, kelompok Hezbollah yang mendapat dukungan dari Iran menolak kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang dimediasi oleh pihak AS.

WTI tercatat telah mengalami penguatan lebih dari 6% sepanjang pekan ini. Hal tersebut terjadi setelah ketidakpastian mengenai perkembangan perundingan sempat mengikis sebagian optimisme pasar terkait tercapainya kesepakatan jalur pengiriman minyak dunia.

Jalur Selat Hormuz merupakan rute krusial yang mengangkut sekitar seperlima dari total minyak mentah dan gas alam cair dunia pada masa damai. Kontrak berjangka saat ini masih mengalami penurunan sekitar seperlima sejak awal April, ketika AS dan Teheran menyepakati gencatan senjata pembicaraan damai.

Kesepakatan pada bulan April tersebut sebelumnya telah mengakhiri pertempuran yang berlangsung selama lebih dari lima pekan di kawasan tersebut.

"Pergerakan WTI dari level di atas US$110 sebelum gencatan senjata ke kisaran US$90-an saat ini merupakan buah yang paling mudah dipetik, yang mencerminkan kelegaan pasar minyak bahwa perang skala penuh telah berakhir dan infrastruktur industri minyak di kawasan tersebut sebagian besar tidak mengalami kerusakan berarti," kata Pavel Molchanov, analis di Raymond James.

"Penurunan harga lebih lanjut akan bergantung pada pemulihan yang signifikan dalam volume pengiriman melalui Hormuz."

Hingga kini, kemajuan dalam pembicaraan antara Teheran dan Washington masih belum terlihat jelas. Serangan militer Israel yang terus berlangsung di wilayah Lebanon menjadi salah satu faktor penghambat utama perundingan.

Saat mendapat pertanyaan dari para wartawan di Oval Office mengenai penolakan Hezbollah terhadap gencatan senjata di Lebanon, Trump memberikan tanggapannya.

"Mereka tidak menolak saya," kata Donald Trump.

Trump juga mengklaim bahwa pihak mereka telah dihubungi oleh perwakilan kelompok tersebut untuk membahas penghentian permusuhan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author