Michel Platini Bela Sikap Politik Kylian Mbappe Menjelang Piala Dunia
Legenda sepak bola Prancis Michel Platini membela keputusan kapten tim nasional Kylian Mbappe yang bersuara lantang menentang kelompok sayap kanan, meskipun sang penyerang kini menghadapi tekanan besar terkait performa lapangan menjelang Piala Dunia 2026.
Dilansir dari goal.com, Mbappe memicu perdebatan domestik setelah menyatakan keprihatinan mendalam terkait peluang Partai Nasional memenangkan pemilu. Platini mendukung hak politik tersebut dengan catatan posisi sang pemain harus terpisah dari perannya di tim nasional.
"Hal ini memengaruhi saya; saya tahu apa artinya dan konsekuensi apa yang bisa ditimbulkannya bagi negara saya ketika orang-orang seperti mereka berkuasa." kata Kylian Mbappe, Penyerang Real Madrid.
Komentar terbuka ini menuai reaksi dari berbagai pihak, termasuk pemimpin Partai Nasional Jordan Bardella yang membalas melalui media sosial. Platini menilai ekspresi politik adalah hak personal, tetapi memperingatkan konsekuensi besar dari seragam tim nasional yang mewakili seluruh rakyat.
"Kylian Mbappe benar mengambil sikap ketika dia tidak mengenakan ban kapten atau jersey tim nasional Prancis. Jika dia berada di Madrid atau di tempat lain, tentu saja dia bisa mengambil sikap politik. Namun, dengan mengenakan ban kapten tim nasional Prancis, dengan jersey tim nasional Prancis, Anda bermain untuk seluruh rakyat Prancis. Jadi, sulit untuk mengambil sikap." ujar Michel Platini, Mantan Presiden UEFA.
Platini mengapresiasi kapasitas intelektual para pesepakbola modern dalam merespons isu sosial. Namun, mantan bintang Juventus itu mengingatkan bahwa pernyataan publik yang sensitif akan selalu memicu polarisasi di masyarakat.
"Sangat baik jika orang-orang cerdas bersuara mengenai isu-isu sosial. Pesepakbola tidak selalu bodoh. Sebagian dari mereka justru cukup cerdas," kata Michel Platini, Mantan Presiden UEFA.
Platini menambahkan konsekuensi lain yang harus dihadapi dari keberanian bersuara tersebut.
"Begitu kamu bersuara, kamu akan membuat separuh dunia kesal. Kecuali jika kamu teguh pada setiap kata yang kamu ucapkan. Saya rasa Kylian memang begitu." tutur Michel Platini, Mantan Presiden UEFA.
Di sisi lain, laporan vietnam.vn menyoroti penurunan reputasi Mbappe dibandingkan rekan setimnya, Ousmane Dembele, yang telah memenangkan dua gelar Liga Champions bersama Paris Saint-Germain setelah kepergian Mbappe. Selama delapan tahun setelah memenangkan Piala Dunia 2018, Mbappe tercatat belum meraih gelar Liga Champions maupun penghargaan Ballon d'Or.
Mantan pelatih Mbappe, Luis Enrique, sempat mengkritik etos kerja sang pemain di lapangan.
"Kamu suka Michael Jordan, kan? Jordan berjuang dan membela seperti orang gila untuk rekan setimnya. Pertama, kamu harus memberi contoh!" kata Luis Enrique, Pelatih Sepak Bola.
Secara statistik, Mbappe tetap menunjukkan performa tajam dengan mencetak 369 gol di level klub dan 56 gol untuk tim nasional Prancis. Meski Real Madrid tersingkir oleh Bayern Munich di perempat final Liga Champions, Mbappe masih meraih Sepatu Emas Eropa lewat torehan 25 gol di La Liga.
Kini, pelatih Didier Deschamps menghadapi tantangan besar untuk meredam ego di ruang ganti karena kehadiran Ousmane Dembele dan Michael Olise. Prancis dijadwalkan melakoni laga pembuka Grup I Piala Dunia 2026 melawan Senegal di MetLife Stadium pada 16 Juni, sebelum bersua Irak dan Norwegia.