Swedia Hadapi Yunani pada Laga Uji Coba Terakhir Jelang Piala Dunia

Share

Tim nasional Swedia akan menjamu tim nasional Yunani dalam laga persahabatan internasional terakhir di Strawberry Arena, Solna, pada Jumat, 5 Juni 2026 pukul 00.00 WIB.

Pertandingan ini menjadi momen krusial bagi pelatih Swedia, Graham Potter, untuk membenahi lini pertahanan menjelang persaingan ketat di Grup F Piala Dunia 2026 melawan Belanda, Jepang, dan Tunisia.

Dilansir dari laporan akurat.co, Blagult memiliki catatan pertahanan yang rapuh setelah kebobolan 11 gol dalam lima pertandingan terakhir sejak diasuh oleh Potter, termasuk kekalahan 1-3 dari Norwegia pada Senin, 1 Juni 2026.

Sebaliknya, Yunani yang dilatih oleh Ivan Jovanovic menggunakan laga ini sebagai persiapan menyongsong UEFA Nations League pada September mendatang setelah mereka dipastikan gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2026.

Menurut laporan mediaindonesia.com, Swedia diprediksi akan menampilkan penyerang Newcastle United, Alexander Isak, sejak menit awal, sementara bintang Arsenal, Viktor Gyokeres, kemungkinan besar akan mengawali laga dari bangku cadangan.

Di kubu lawan, Yunani harus tampil tanpa kapten mereka, Tasos Bakasetas, yang membuka kesempatan bagi pemain muda Christos Mouzakitis untuk mengisi lini tengah Ethniki.

Pertemuan ini juga diwarnai oleh kisah inspiratif dari winger Swedia, Taha Ali, yang masuk dalam skuad final Piala Dunia 2026 setelah sebelumnya aktif bermain di kompetisi futsal amatir dan sempat bekerja sebagai petugas keamanan.

Menanggapi komposisi pemain yang dipilih oleh Graham Potter, terjadi silang pendapat di antara pengamat sepak bola dan mantan pemain Swedia mengenai keputusan sang pelatih.

"Fakta bahwa mereka bisa ikut serta di Piala Dunia saja sudah merupakan bonus. Tak ada yang menyangka hal itu akan terjadi. Orang-orang sudah melupakan kemenangan grup di Nations League dan fakta bahwa mereka masih punya peluang. Hal itu mungkin sangat menguntungkan bagi mereka, karena ekspektasi terhadap mereka pasti sangat rendah. Orang-orang sudah senang bisa menyaksikan beberapa pertandingan Piala Dunia. Jika mereka tampil bagus, itu luar biasa, tapi mereka tidak menanggung beban tekanan. Dan saya pikir itu hal yang baik," kata Frida Fagerlund, jurnalis untuk Sportbladet dan Viaplay Swedia.

Fagerlund menambahkan bahwa situasi Swedia saat ini memiliki kemiripan dengan timnas Denmark pada Piala Eropa tahun 1992 yang tampil tanpa beban.

"Ini sedikit mirip dengan Denmark saat itu. Saya tidak mengatakan bahwa Swedia akan memenangkan Piala Dunia, tetapi mereka berpotensi tampil baik karena tidak ada tekanan yang nyata." ujar Frida Fagerlund, jurnalis untuk Sportbladet dan Viaplay Swedia.

Di sisi lain, mantan penyerang Feyenoord, John Guidetti, melontarkan kritik tajam kepada TV4 terkait pencoretan beberapa nama pemain muda berbakat seperti Hugo Larsson dan Roony Bardghji dari skuad final.

"I cannot understand it. I am very angry! You get rid of all the players who have character. Your job as a national coach is to ensure you choose the best players," kata John Guidetti, mantan pemain internasional Swedia.

Pertandingan persahabatan antara Swedia dan Yunani ini dijadwalkan akan disiarkan secara langsung melalui platform televisi digital TV360.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author