Igor Tolic Emban Beban Berat Lanjutkan Estafet Juara Persib Bandung

Share

Tugas berat kini menanti Igor Tolic setelah resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala baru Persib Bandung. Juru taktik asal Kroasia berusia 48 tahun tersebut memikul beban besar karena harus melanjutkan kesuksesan yang ditinggalkan oleh Bojan Hodak.

Seperti dilansir dari Bola, Bojan Hodak memutuskan mundur dari jabatannya karena alasan kesehatan dan keluarga. Di bawah arahannya sejak 2023, Maung Bandung mencetak sejarah lewat raihan tiga gelar juara secara berturut-turut dalam tiga musim terakhir serta menembus Babak 16 Besar AFC Champions League Two 2025/2026.

Kondisi ini membuat pengamat sepak bola nasional, Tommy Welly, memberikan analisisnya melalui kanal YouTube "HEAD to HEAD" bersama Edwin A. Setyadinata. Pria yang akrab disapa Towel itu mengomentari proses pergantian pelatih dan peluang Persib di musim depan.

"Berat. Menangani tim sekelas Persib, berat. Apalagi dengan warisan hattrick, itu pasti berat," kata Towel.

"Cuma, yang memudahkan adalah karena Igor Tolic juga bagian dari kesuksesan Persib sekarang. Alasan paling personalnya saya enggak tahu, Bojan Hodak kenapa mundur. Cuma kalau secara kepelatihan, secara karier kepelatihan, momen apalagi yang paling tepat selain hattrick ini. Namanya akan tetap harum dan dia akan tetap ingat," imbuhnya.

"Jadi, menurut saya, secara momentum, timing oke. Igor Tolic adalah berarti estafet yang smooth."

Towel menilai proses transisi ini menjadi lebih mudah karena Igor Tolic sudah menjadi bagian dari sistem tim. Kendati demikian, tantangan nyata bagi sang pelatih baru adalah merombak susunan pemain demi meningkatkan daya saing di kompetisi domestik dan Asia.

"Betul. Enggak gampang. Tapi, yang paling smooth, makanya saya bilang tadi. Jadi, peralihan yang paling smooth," kata Towel.

"Dia pasti akan melanjutkan, meneruskan prinsip-prinsip yang sudah ada. Jadi, satu hal itu catatannya. Lalu, pemain asing. Kualitas apa yang akan dibawa karena ini overall. Saya notice yang kualitas-kualitas tuh nggak banyak."

"Mariano Peralta notice banget buat saya karena kualitasnya hebat menurut saya. Borneo bagus depan-depannya. Juan Felipe Villa juga bagus."

"Artinya, maksud saya, pemain asing yang menonjol tuh itu. Persija siapa? Maxwell Souza. Di akhir-akhir pertandingan, saya lihat cadangan. Allano menonjol, cuma gampang diprovokasi saja."

"Maksud saya, dari pemain asing yang datang itu hanya beberapa yang kita notice karena kualitasnya. Nah, inilah catatan secara regulasi buat Super League menurut saya. Maksudnya, kalau saya, ekstremnya lebih condong lima pemain asing, tapi yang kualitasnya bagus," ulasnya.

Peta Persaingan Super League

Lini depan Persib dituntut tampil lebih tajam jika melihat materi penyerang asing milik kompetitor utama seperti Borneo FC dan Persija Jakarta. Tanggung jawab peningkatan performa ini berada di tangan tim kepelatihan baru serta manajemen klub.

"Jadi, kaitannya dengan Persib, kualitas Persib, kualitas Bojan Hodak, kualitas pemain asing, larinya nanti ke situ," ujar Towel.

Towel menambahkan bahwa tantangan di musim baru akan berjalan jauh lebih sengit dari sebelumnya. Tim-tim besar lain dipastikan bakal mencoba menjegal dominasi Pangeran Biru di kompetisi tertinggi tanah air.

"Menurut saya, berat. Di Asia dan di Super League juga berat karena warisan tiga gelar juara berturut-turut ini berat. Berat tantangannya. Tim-tim lain tidak akan memberi mudah buat Persib," kata Towel.

"Lalu, kaitan-kaitan misalnya mulai terdengar bahwa tahun atau depan musim depan adalah bertepatan 500 tahun Jakarta yang juga bisa membuat Persija menjadi lebih mengancam Persib. Belum Persebaya juga ingin jadi juara. Sudah lama Persebaya enggak jadi juara," lanjutnya.

Menjaga Mentalitas Internal

Ujian sesungguhnya bagi Igor Tolic bukan sekadar taktik di lapangan, melainkan mempertahankan motivasi internal para pemain agar tidak cepat puas setelah meraih kesuksesan besar.

"Menurut saya, tantangan Igor Tolic lebih kepada internal, need for achievement-nya tim ini akan sama enggak? Kalau rahasia kesuksesannya adalah seperti kita menghitung urut angka 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10, dia akan melakukan yang sama enggak?" kata Towel.

"Kebanyakan tim yang enggak punya mentalitas, enggak punya sistem, enggak punya struktur bagus itu kan begitu. Kesuksesan itu dia lupa lagi, mengulang urutannya."

"Atau ibaratnya, tetap haus gelar, haus kemenangan. Nah, ini nih yang membuat Sir Alex Ferguson legend. Kayak enggak bosan-bosannya juara. Nah, seperti itu enggak gampang. Ini persoalan mengelola manusia, bukan robot."

"Nah, internal itu yang menurut saya yang masih tanda tanya. Mampu enggak Igor Tolic mengatasi itu, memelihara rasa lapar para pemain, dirinya, juga klubnya," tutur Towel.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author