Lonjakan Harga Solar Nonsubsidi Menunda Pembelian Mobil Diesel Toyota

Share

Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar nonsubsidi memicu konsumen menunda pembelian kendaraan diesel Toyota, seperti Fortuner dan Innova Reborn, di Indonesia pada Kamis (4/6) sebagaimana dilansir dari Detik Oto.

Kondisi pasar otomotif tersebut dikonfirmasi langsung oleh pihak manajemen Auto2000 selaku jaringan diler utama Toyota. Meski terjadi penundaan dari sisi konsumen, perusahaan memastikan bahwa tidak ada pembatalan transaksi pembelian unit kendaraan.

"Bulan lalu kita dengar banyak kustomer yang mungkin bukan cancel (pembelian) ya, tapi lebih ke ganti. Misal, tadinya mau beli diesel, terus ganti ke hybrid. Tapi yang lumayan banyak menunda," ujar Anton Jimmy Suwandy, Chief Executive Officer (CEO) Auto2000.

Penundaan ini terjadi karena konsumen masih bersikap memantau pergerakan harga bahan bakar di pasar. Para pengguna mobil diesel dinilai memiliki loyalitas tinggi terhadap jenis kendaraan tersebut, terutama bagi konsumen yang berada di luar wilayah Jakarta.

"Jadi banyak berita yang bilang cancel atau drop, tapi dari sisi kami menunda. Kenapa? Karena pecinta diesel tetaplah pecinta diesel dan itu cukup banyak, terutama di Jawa Timur dan Sumatra," tambah Anton Jimmy Suwandy, Chief Executive Officer (CEO) Auto2000.

Faktor penentu keputusan konsumen saat ini adalah tren harga solar nonsubsidi ke depan. Sikap menunggu ini diperkirakan segera berakhir seiring dengan mulai adanya penurunan harga pada bulan berjalan.

"Apa yang mereka tunggu sekarang ada mereka mau lihat dulu harga solarnya mengarah ke mana. Syukurnya di bulan ini sedikit ada penurunan. Jadi ini tren baik, semoga yang menunda tadi bisa mengambil keputusan," tutur Anton Jimmy Suwandy, Chief Executive Officer (CEO) Auto2000.

Karakteristik konsumen di wilayah Jakarta dan Jawa Barat cenderung lebih fleksibel untuk beralih ke varian kendaraan lain seperti model hybrid. Sebaliknya, ketergantungan terhadap mesin diesel masih sangat kuat di wilayah Sumatra dan Jawa Timur.

"Memang ada yang pindah ke hybrid, terutama di Jakarta dan Jawa barat yang tak terlalu fanatik dengan diesel. Tapi di daerah-daerah yang dieselnya kuat seperti Sumatra dan Jawa Timur, ini nggak gampang. Karena seumur hidupnya mereka menggunakan diesel dan diesel," kata Anton Jimmy Suwandy, Chief Executive Officer (CEO) Auto2000.

Kenaikan harga BBM ini dipicu oleh meroketnya harga minyak dunia akibat pecahnya perang di Timur Tengah. Di dalam negeri, harga solar nonsubsidi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina maupun swasta mengalami lonjakan signifikan.

Pertamina menetapkan harga Dexlite sebesar Rp 23.000 per liter dan Pertamina Dex senilai Rp 24.800 per liter. Sementara itu, SPBU swasta seperti BP menjual Ultimate Diesel seharga Rp 25.060 per liter, Shell melego V-Power Diesel Rp 24.490 per liter, dan VIVO memasarkan Primus Plus seharga Rp 30.890 per liter.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author