Kemenkes Susun Strategi Atasi Dampak Inflasi Medis dan Layanan Kesehatan

Share

Kementerian Kesehatan merumuskan sejumlah langkah strategis guna mendongkrak mutu pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus mengendalikan lonjakan inflasi medis di Indonesia.

Upaya masif ini ditempuh guna memastikan pemerataan akses fasilitas kesehatan, terutama bagi penduduk di wilayah terpencil serta menekan angka kematian ibu dan anak.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, angka kematian ibu di Indonesia menembus 185 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan kematian anak di bawah usia 5 tahun berada di angka 32 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2022.

Kondisi kualitas pelayanan medis yang belum merata ini diakui menjadi tantangan besar bagi pemerintah di tengah pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,08 persen pada kuartal keempat tahun 2025.

Selain itu, urgensi perbaikan sektor kesehatan ini kian mendesak setelah inflasi medis tercatat menyentuh angka 17,9 persen disertai kebijakan BPJS Kesehatan yang tidak menanggung 5 operasi tertentu.

Guna mengatasi persoalan tersebut, Kementerian Kesehatan meluncurkan program perluasan akses informasi kesehatan lewat platform teknologi dan media sosial agar masyarakat memperoleh data yang akurat.

Langkah pengendalian biaya juga dilakukan dengan rencana peningkatan alokasi anggaran kesehatan, pembangunan infrastruktur yang memadai, serta penguatan program promotif-preventif secara nasional.

Kementerian Kesehatan berkomitmen menjalin kolaborasi dengan organisasi internasional, lembaga swadaya masyarakat, serta sektor swasta untuk proses transfer teknologi dan kecerdasan buatan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author