Defisit APBN Mei 2026 Naik Tipis Jadi 0,7 Persen

Share

Kementerian Keuangan mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Mei 2026 mengalami kenaikan tipis menjadi 0,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Laporan performa keuangan negara tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Kamis (4/6/2026).

Lonjakan rasio defisit ini bergerak dari angka 0,64 persen terhadap PDB pada bulan sebelumnya, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz. Meski terjadi kenaikan, realisasi penerimaan pajak hingga bulan kelima tahun ini menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 22,1 persen secara tahunan.

"Pertumbuhan pajak pada Mei 22,1%, jauh lebih tinggi dibanding tahun lalu. itu suatu hal yang menggerakkan. Mei defisitnya naik sedikit dibanding April 0,7%, sampai sekarang masih aman," kata Purbaya, Menteri Keuangan.

Berdasarkan data APBN Kinerja dan Fakta, nilai defisit anggaran per 31 April 2026 menyentuh angka Rp164,4 triliun. Batasan defisit yang ditetapkan pemerintah untuk sepanjang tahun ini berada pada level 2,68 persen terhadap PDB, sementara pada periode yang sama tahun lalu anggaran mencatatkan surplus sebesar Rp4,3 triliun atau 0,02 persen dari PDB.

Defisit vertikal ini dipicu oleh total pendapatan negara yang belum mampu melampaui besaran realisasi belanja negara. Hingga akhir April, pendapatan negara terkumpul Rp918 triliun atau 29,1 persen dari target setahun penuh sebesar Rp3.153 triliun, yang mencerminkan pertumbuhan 13,3 persen secara tahunan.

Di sisi pengeluaran, realisasi belanja negara membengkak sebesar 34,3 persen dibandingkan tahun lalu menjadi Rp1.082,8 triliun. Penyerapan ini setara dengan 28,2 persen dari pagu belanja tahunan yang dipatok sebesar Rp3.842 triliun.

Untuk menutup selisih tersebut, pemerintah telah mengeksekusi pembiayaan anggaran sebesar Rp298,5 triliun, atau naik 6,2 persen secara tahunan. Sementara itu, kinerja keseimbangan primer berhasil berbalik arah menjadi surplus Rp28 triliun dari posisi defisit Rp95,8 triliun pada Maret 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author