Israel Gempur Lebanon Selatan Usai Sepakati Gencatan Senjata Bersyarat

Share

Wilayah Lebanon selatan kembali diguncang serangan udara militer Israel pada Kamis (4/6/2026). Agresi tersebut terjadi hanya berselang beberapa jam setelah kedua belah pihak mengumumkan kesepakatan untuk menerapkan gencatan senjata bersyarat.

Seperti dilansir dari Detikcom yang mengutip laporan kantor berita resmi Lebanon, National News Agency (NNA), serangan drone menyasar sepanjang jalan di sejumlah lokasi. Serangan udara ini dilaporkan telah menimbulkan korban jiwa.

Sebelumnya, kesepakatan gencatan senjata tercapai di Washington pada Rabu (3/6) waktu setempat setelah melalui pembicaraan putaran keempat yang dimediasi oleh Amerika Serikat. Perjanjian ini mensyaratkan adanya penghentian total serangan dari kelompok milisi Hizbullah.

Meskipun tidak memiliki hubungan diplomatik resmi, Israel dan Lebanon menyetujui pembentukan zona percontohan. Di area tersebut, angkatan bersenjata Lebanon akan memegang kendali keamanan secara eksklusif dan menyingkirkan aktor non-negara.

Namun, kesepakatan damai ini memicu gejolak politik di internal Israel. Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel, Itamar Ben Gvir, secara terbuka mengkritik hasil diplomasi tersebut.

"kesalahan serius"

Kata Itamar Ben Gvir menilai keputusan penandatanganan gencatan senjata tersebut.

Saling Serang Sebelum Pengumuman Damai

Ketegangan sempat memuncak pada Kamis pagi sebelum pengumuman resmi gencatan senjata disiarkan. Kelompok Hizbullah menyatakan telah melepaskan rentetan roket yang membidik tentara dan armada kendaraan militer Israel di wilayah Qantara.

Selain roket, milisi bentukan Iran tersebut juga mengarahkan drone ke posisi pasukan Israel di sekitar kastil Beaufort yang menjadi titik strategis di Lebanon selatan.

Upaya perdamaian ini menjadi sorotan setelah kegagalan resolusi sebelumnya yang dijadwalkan berlaku pada 17 April namun tidak pernah dipatuhi. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pekan lalu, lebih dari 600 orang telah tewas di Lebanon sejak konflik pasca-17 April bergulir.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author