Kapolda Riau Apresiasi Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 untuk Wilayah 3T
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengapresiasi Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 yang telah menjalankan misi kemanusiaan dan lingkungan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) selama 17 hari sejak 1 hingga 17 Agustus 2026, dilansir dari Detikcom.
Ekspedisi ini melibatkan berbagai elemen bangsa untuk memperkuat rasa kebangsaan dan kedaulatan negara serta menghadirkan negara hingga wilayah 3T. Kapolda mengucapkan terima kasih kepada seluruh pejabat utama, personel Brimob, Samapta, Polair, dan pihak lain yang berkontribusi.
"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pejabat utama dan seluruh personel, khususnya rekan-rekan dari Brimob, Samapta, Polair, serta seluruh pihak yang telah bersama-sama melaksanakan kegiatan tersebut. Kalau kita ingin berbuat baik, berbuat baiklah dengan tulus. Jangan kita berpikir, kalau saya berbuat baik nanti saya mendapatkan apa.
Jangan berpikir nanti saya mendapatkan penghargaan apa, jabatan apa, atau balasan apa. Kebaikan itu harus muncul dari hati nurani," ujar Irjen Pol Herry Heryawan, Kamis (20/8/2026).
Kapolda menyatakan bahwa Polri tidak hanya fokus pada penindakan hukum, tetapi juga hadir untuk mendengarkan dan membantu masyarakat melalui program nyata.
"Ketika polisi mampu bertugas secara profesional dan tepat sasaran melalui program-program yang nyata, kehadiran Polri akan benar-benar dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat," tuturnya.
Ekspedisi ini juga membangun sinergi dengan melibatkan mahasiswa, tokoh adat, tokoh agama, komunitas pengemudi ojek online, dan pemerintah daerah guna memastikan kemerdekaan dirasakan di wilayah 3T.
"Kita ingin menunjukkan bahwa kemerdekaan bukan hanya dirayakan di pusat-pusat kota, tetapi juga harus dirasakan oleh masyarakat yang berada di wilayah-wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T)," imbuhnya.
Jajaran Polda Riau turun langsung ke desa-desa sulit dijangkau untuk berdialog dan mencari solusi bersama masyarakat.
"Inilah bentuk nyata kehadiran Polri. Kita tidak hanya datang ketika terjadi gangguan keamanan atau ketika ada permasalahan hukum, tetapi kita hadir untuk mendengarkan, membantu, dan mencari solusi bersama masyarakat," jelas Kapolda.
Ekspedisi juga mengedepankan pelestarian lingkungan dengan penanaman mangrove di wilayah pesisir untuk mencegah abrasi yang mengancam daratan NKRI dan mendukung ekonomi masyarakat pesisir.
Di Provinsi Riau, puluhan kampung di kawasan pesisir wilayah 3T menjadi target kegiatan kemanusiaan seperti pembagian bendera Merah Putih, layanan kesehatan gratis, dan penyaluran sembako.
Keberadaan Pejabat Utama Polda Riau di pemukiman terpencil memberikan kesan mendalam bagi warga yang jarang tersentuh kehadiran negara.
"Ketika para PJU hadir, masyarakat merasa dihargai. Mereka merasa bahwa negara hadir bersama mereka. Bagi kita mungkin sederhana, tetapi bagi masyarakat hal tersebut dapat menjadi sebuah kebanggaan dan pengalaman yang sangat berarti. Itulah esensi dari kegiatan yang kita lakukan sejak tanggal 1 sampai dengan 17 Agustus kemarin," pungkas Kapolda Riau.