Zahara Jolie Ajukan Penghapusan Nama Belakang Pitt di Pengadilan
Zahara Jolie secara resmi mengajukan permohonan hukum ke pengadilan untuk menghapus nama belakang ayahnya, Pitt, dari nama lengkapnya. Langkah legal anak angkat Angelina Jolie dan Brad Pitt ini menandai keretakan hubungan yang berlanjut di antara anak-anak mereka.
Permohonan resmi tersebut menjadwalkan sidang perdana pada 28 September mendatang, sebagaimana dilansir dari Detikcom melalui laporan InTouch pada Rabu (10/6/2027). Melalui pengajuan ini, ia ingin mengubah identitas resminya menjadi Zahara Jolie setelah menggunakan nama Jolie-Pitt selama 21 tahun terakhir sejak diadopsi dari Hawassa, Ethiopia.
Dokumen pengadilan mengungkap bahwa keputusan ini diambil karena Zahara merasa terpukul oleh tindakan Brad Pitt yang dinilai berhasil mengasingkan anak-anaknya. Di sisi lain, pihak aktor film F1 tersebut belum memberikan pernyataan resmi, meskipun sebuah sumber menyebutkan bahwa dirinya merasa sangat hancur akibat keputusan sang putri.
Proses penanggalan nama Pitt sebetulnya telah dimulai sejak Zahara memasuki bangku kuliah di Spelman College, Atlanta pada tahun 2023. Saat berusia 18 tahun, ia memilih memperkenalkan diri sebagai Zahara Marley Jolie, dan nama Pitt kembali tidak terlihat saat ia lulus sebagai sarjana psikologi pada Mei tahun ini.
Tindakan Zahara memperpanjang daftar anak-anak Jolie-Pitt yang membuang nama sang ayah. Shiloh menjadi anak pertama yang melakukan penghapusan secara legal pada Mei 2024 saat menginjak usia 18 tahun, diikuti oleh Maddox yang mendaftarkan permohonan serupa pada Mei 2026 dengan alasan pribadi.
Maddox bahkan telah berulang kali menggunakan nama tanpa Pitt, termasuk dalam kredit film Couture tempat ia bekerja sebagai asisten sutradara. Sementara itu, Vivienne juga memilih tidak menyertakan nama Pitt dalam kredit produksi teater Broadway berjudul The Outsiders pada tahun 2024.
Rangkaian keputusan anak-anak tersebut berakar dari hubungan yang memburuk sejak tahun 2016. Brad Pitt diduga melakukan kekerasan fisik serta verbal terhadap anak-anaknya dalam sebuah perjalanan menggunakan pesawat jet pribadi, sebuah insiden yang meninggalkan bekas mendalam bagi mereka.