Yield SUN Bergerak Bervariasi Jelang Sikap Dovish The Fed

Share

Pergerakan imbal hasil atau yield Surat Utang Negara (SUN) menunjukkan konsolidasi dengan kecenderungan bervariasi pada perdagangan hari ini. Perubahan yield tercatat relatif tipis di hampir seluruh tenor.

Dilansir dari Bloombergtechnoz berdasarkan data Bloomberg pada 10.10 WIB, tenor pendek SUN 1 tahun mengalami kenaikan yield paling tajam sebesar 8,7 basis poin (bps) ke posisi 7,29%.

Kenaikan pada tenor pendek tersebut menggambarkan adanya ekspektasi pelaku pasar bahwa Bank Indonesia masih perlu mempertahankan kebijakan moneter yang ketat. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Sementara itu, yield tenor 2 tahun turun tipis 1,1 bps ke level 7,21%, sedangkan tenor 3 tahun naik 0,6 bps menjadi 7,19%. Yield tenor 4 hingga 10 tahun bergerak sangat terbatas di kisaran -0,9 bps hingga +0,8 bps. Di sisi lain, yield tenor acuan 10 tahun naik tipis 0,1 bps ke level 7,16%.

Stabilnya tenor menengah menunjukkan perilaku investor yang cenderung menahan posisi. Pelaku pasar masih menunggu arah kebijakan Bank Indonesia maupun perkembangan arus modal asing.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh pelemahan data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang memicu ekspektasi sikap dovish dari bank sentral AS atau The Fed. Aksi beli juga turut mewarnai tenor panjang.

Yield 11 tahun turun 3,8 bps menjadi 7,26%. Sementara itu, tenor 15 tahun dan 16 tahun masing-masing mengalami penurunan sebesar 1,6 bps dan 3,5 bps menjadi 7,2% dan 7,24%.

Pada perkembangan lain, pasar obligasi dolar AS Indonesia atau INDON cenderung bergerak stabil. Setelah yield tenor 10 tahun sempat melonjak 5,2 bps menjadi 5,45% pada perdagangan sebelumnya, hari ini yield kembali turun tipis ke level 5,40%.

Pergerakan surat utang pemerintah berdenominasi dolar AS ini menunjukkan pelaku pasar global mulai merespons positif meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan oleh The Fed. Data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan mendorong penurunan pada yield US Treasury, sekaligus mengurangi tekanan pada obligasi di pasar negara berkembang.

Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, memperkirakan yield SUN tenor 10 tahun akan berkonsolidasi dan turun ke rentang 7,1-7,15% pada sesi perdagangan hari ini.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Obligasi pasar modal Yield SUN
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author