X Hentikan Revenue Sharing dan Rilis Original Content Rewards
Platform media sosial X resmi menghentikan pendaftaran program monetisasi Revenue Sharing untuk beralih ke sistem baru bernama Original Content Rewards. Langkah perombakan mekanisme penghasilan bagi para kreator ini dilansir dari Gamebrott. Pendaftaran program lama telah ditutup secara bertahap sejak 7 Agustus 2026.
Meski demikian, para kreator yang sudah terdaftar masih menerima pembayaran Revenue Sharing hingga 7 September 2026, sebelum program Original Content Rewards dibuka sepenuhnya pada 8 September 2026. Pihak X mengungkapkan bahwa skema Revenue Sharing dihentikan karena dianggap memicu hadirnya insentif yang salah sasaran. Sistem lama tersebut dinilai mendorong pengguna berfokus memaksimalisasi pendapatan tanpa mempedulikan kualitas unggahan.
Melalui Original Content Rewards, platform bertujuan mengubah fokus pemberian insentif agar lebih tepat sasaran. Apresiasi finansial akan diprioritaskan bagi kreator yang mempublikasikan karya buatan sendiri, seperti tulisan, foto, video, ilustrasi, meme, hingga analisis berkedalaman.
Tingkat pembayaran dalam sistem Original Content Rewards diukur melalui qualified impressions. Parameter ini menghitung jumlah tayangan dari pengguna X Premium pada linimasa utama yang memenuhi kriteria khusus. Untuk memenuhi syarat pendaftaran, kreator wajib berlangganan X Premium dan mengantongi minimal 500 pengikut terverifikasi. Selain itu, akun harus mengumpulkan sedikitnya 500.000 tayangan dari pengguna terverifikasi dalam kurun waktu 90 hari terakhir, di mana Indonesia termasuk dalam negara yang didukung.
Aturan baru ini memperjelas kriteria konten yang berhak mendapatkan imbalan. Jenis unggahan yang diterima mencakup laporan mandiri, ulasan, materi visual orisinal, serta komentar yang menyajikan sudut pandang bernilai tambah. Sebaliknya, tindakan mengunggah ulang karya pihak lain, melakukan modifikasi ringan, atau menggabungkan konten tanpa memberikan nilai tambah tidak lagi dikategorikan sebagai karya orisinal. Kebijakan ini memaksa para pemilik akun yang bergantung pada konten resep untuk memperbarui strategi publikasi mereka.