Wuling Tekan Harga Aira EV Melalui Perakitan Baterai Lokal
Wuling Motors mampu memangkas biaya produksi kendaraan listrik Wuling Aira ev sehingga dibanderol mulai Rp 155 juta di Indonesia. Strategi penekanan harga jual tersebut dilakukan melalui efisiensi proses manufaktur komponen utama, sebagaimana dilansir dari Detik Oto.
Penghematan biaya manufaktur tersebut dicapai berkat perakitan Baterai secara mandiri di dalam negeri. Efisiensi ini berdampak langsung pada penawaran harga akhir yang lebih terjangkau bagi konsumen tanah air.
"Wuling Aira ev baterainya sudah dirakit lokal, dan itu bisa membantu kita (Wuling) juga untuk menekan biaya produksi," ujar Ricky Christian, Marketing Director Wuling Motors di sela ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE-BSD City, Tangerang.
Proses perakitan komponen penyimpan daya tersebut dipusatkan di fasilitas pabrik Wuling di Cikarang. Meskipun proses perakitan dilakukan di dalam negeri, pasokan komponen inti baterai masih didatangkan dari pabrik pusat.
"Baterainya sudah dirakit lokal di Cikarang, tapi untuk komponen utamanya masih dari headquarter kami dari SGMW pusat (di China)," jelasnya.
Secara spesifikasi, Aira ev mengusung desain eksterior Neo Classic dengan Ring Light Design LED serta velg 13 inci Four Leaf Clover Wheel Cover. Bagian interior mengusung konsep Fun Pod nuansa Cookies & Cream yang dilengkapi layar kontrol 10,1 inci, konektivitas Smartphone Interconnection, dan Internet of Vehicle (IoV) via MyWuling+.
Sektor performa dan keamanan didukung pengisian daya DC Fast Charging dari 30% ke 80% dalam 35 menit, struktur bodi 60% High-Strength Steel, serta teknologi Magic Battery Pro. Fitur keselamatan meliput Dual SRS Airbag, ISOFIX, ESC, HHC, ABS, EBD, EPB, AVH, dan TPMS. Mobil listrik ini dipasarkan dalam dua tipe, yakni Standard Range seharga Rp 155.000.000 dan Long Range seharga Rp 175.000.000.