WhatsApp Alami Gangguan dan Pemblokiran Akun Massal di Berbagai Negara
Layanan WhatsApp mengalami gangguan global pada Selasa pagi, 4 Agustus 2026, yang membuat pengguna di berbagai negara, termasuk Indonesia, tidak bisa mengirim gambar dan video melalui aplikasi mobile.
Gangguan mulai terjadi sejak dini hari dan pengiriman media seperti foto dan video gagal meski koneksi internet berjalan lancar. Namun, pengiriman media lewat WhatsApp Desktop dan Web tetap berfungsi normal, menurut pengamatan KompasTekno dan data Downdetector Indonesia.
Lonjakan laporan gangguan mencapai puncak sekitar pukul 06.30-06.38 WIB dengan ratusan laporan terkait kegagalan pengiriman pesan dan media, sementara laporan serupa tercatat secara global.
Pengguna mengeluhkan tidak bisa mengunggah konten ke WhatsApp Status dan adanya kendala koneksi yang membuat aplikasi tidak berfungsi optimal. Keluhan ini ramai di media sosial X dari berbagai negara, termasuk Malaysia dan pengguna WhatsApp Business.
Menurut laporan Notebook Check, gangguan diduga berasal dari sisi server WhatsApp, bukan dari perangkat atau koneksi pengguna. Hingga berita ini dirilis, WhatsApp dan Meta belum memberikan penjelasan resmi terkait penyebab dan waktu pemulihan layanan.
Selain gangguan pengiriman media, sejumlah pengguna WhatsApp juga melaporkan pemblokiran akun secara tiba-tiba sejak akhir Juni 2026. Fenomena ini terjadi secara massal dan dialami oleh pengguna pribadi maupun bisnis di berbagai platform, termasuk iPhone dan Android.
Pakar keamanan siber Alfons Tanujaya dari Vaksincom menyebut pemblokiran bukan akibat kebijakan pemerintah atau serangan hacker, melainkan diduga kesalahan deteksi sistem anti-spam otomatis Meta yang salah mengenali aktivitas pengguna.
"Diduga dipicu transisi fitur username dan aktivitas perangkat (desktop, logout-login, ganti perangkat)," ujar Alfons.
Meski sebagian kecil kasus disebabkan pembajakan akun untuk menyebar spam, mayoritas akun yang diblokir bisa pulih setelah melalui proses peninjauan resmi selama 12-24 jam yang disarankan dilakukan melalui aplikasi WhatsApp.
Alfons juga mengingatkan pengguna untuk mengaktifkan verifikasi dua langkah, memeriksa perangkat tertaut, menjaga kerahasiaan OTP, dan rutin mencadangkan data untuk mengamankan akun WhatsApp dari risiko pembajakan atau pemblokiran.
Meta mengonfirmasi adanya masalah pemblokiran akun secara massal dan berupaya memulihkan akses pengguna yang terdampak. Juru bicara Meta menyatakan, "Kadang sistem kami salah dalam penilaian, dan kami berusaha memperbaikinya secepat mungkin agar orang bisa kembali berkomunikasi."
Meta belum merinci wilayah terdampak maupun penyebab pasti pemblokiran massal tersebut. Namun, perusahaan menegaskan telah mengambil langkah untuk memulihkan akun terdampak dengan proses tinjauan biasanya selesai dalam 24 jam.
Selain itu, terdapat laporan bug pada WhatsApp Beta Android versi 2.26.31.2 yang menyebabkan kegagalan pengiriman berkas media. Meski demikian, belum ada konfirmasi dari Meta apakah bug tersebut terkait dengan gangguan yang dialami pengguna secara luas atau hanya berdampak pada peserta program beta.
WhatsApp Beta merupakan program uji coba fitur baru yang cenderung rentan bug. WABetaInfo menyarankan pengguna tidak menginstal pembaruan beta tersebut sampai perbaikan dirilis.
Gangguan WhatsApp bukan kali pertama terjadi dan dapat berdampak besar mengingat lebih dari 3 miliar pengguna aktif bulanan di seluruh dunia bergantung pada platform ini untuk komunikasi sehari-hari.