Waymo Hentikan Operasi Robotaxi di Sejumlah Kota AS Akibat Cuaca Buruk
Perusahaan taksi otonom Waymo menghentikan sementara operasional robotaxi di beberapa kota Amerika Serikat menyusul kendala navigasi saat hujan deras serta laporan insiden keselamatan di jalan tol.
Dilansir dari independent.co.uk, divisi mobil tanpa pengemudi milik Google tersebut menangguhkan layanannya di Atlanta, Dallas, Houston, dan San Antonio karena armada mereka kesulitan menghadapi banjir.
Langkah ini diambil setelah penarikan kembali sekitar 3.800 mobil Waymo karena masalah serupa, di mana satu kendaraan tanpa penumpang sempat terjebak di jalanan banjir Atlanta.
Selain masalah cuaca, penangguhan operasi di jalan tol juga dilakukan di San Francisco, Los Angeles, Phoenix, dan Miami setelah adanya keluhan dari penumpang mengenai kegagalan sistem robotaxi.
Seorang pengguna media sosial X dengan akun @Elliot_slade membagikan pengalamannya pada 19 Mei 2026 saat menaiki robotaxi yang panik ketika melewati penutupan jalan tol.
"I use these a lot on the city but tonight we took the freeway and the road was closed." kata @Elliot_slade.
Pengguna tersebut menjelaskan bahwa kendaraan otonom itu justru memacu kecepatan tinggi di tengah area konstruksi dan sempat dikejar oleh pihak kepolisian.
"Waymo freaked out and sped up to highway speeds through construction trucks, police chased us." lanjut @Elliot_slade.
Situasi menegangkan itu membuat penumpang merasa terancam keselamatannya karena mobil terus melaju menghindari petugas.
"Genuinely thought we were about to die." tutur @Elliot_slade.
Ia juga menambahkan bahwa kendaraan tersebut menabrak pembatas jalan dan bermanuver di antara truk-truk besar.
"The Waymo blasted through cones, swerved huge trucks and sped away from the cops." tambah @Elliot_slade.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi momen paling menakutkan yang membuatnya merasa tidak berdaya di dalam kabin.
"Was kinda freaking out, had my girl in the seat next to me. You can get the sirens." ungkap @Elliot_slade.
Ia pun menilai teknologi kendaraan tanpa pengemudi ini belum siap sepenuhnya untuk dioperasikan di jalur cepat atau jalan bebas hambatan.
"Genuinely the freakiest experience I’ve ever had, felt utterly helpless." aku @Elliot_slade.
Pihak operator jarak jauh sempat mengambil alih koneksi sebelum mobil tersebut menerobos zona konstruksi dengan kecepatan tinggi.
"These are not ready for highways." tegas @Elliot_slade.
Sistem otomatis kendaraan tetap memaksa masuk ke lajur lalu lintas meskipun kondisi jalan sedang ditutup untuk pengerjaan proyek.
"Right before it started freaking out a remote operator or something came on board. It told us to keep seatbelts on, it tried to merge – when it couldn’t it darted right through traffic cones and police and accelerated to highway speeds into a construction zone." jelas @Elliot_slade.
Menanggapi isu keselamatan akibat cuaca ekstrem di Atlanta, pihak manajemen Waymo memberikan penjelasan resmi terkait penghentian operasi armada mereka melalui media TechCrunch.
"Safety is Waymo’s top priority, both for our riders and everyone we share the road with. During a period of intense rain yesterday in Atlanta, an unoccupied Waymo vehicle encountered a flooded road and stopped" ujar pihak manajemen Waymo.
Sementara itu, dokumen resmi yang diajukan ke National Highway Traffic Safety Administration memuat laporan teknis mengenai perilaku sensor mobil saat mendeteksi genangan air.
"On higher speed roadways, the Waymo [autonomous vehicle] may slow but not stop in response to detecting a potentially untraversable flooded lane" tulis Waymo dalam dokumennya.
Guna mengatasi kendala operasional tersebut, perusahaan kini sedang memetakan ulang rute dan memperbarui sistem mitigasi cuaca.
"We are working to implement additional software safeguards and have put mitigations in place, including refining our extreme weather operations during periods of intense rain, limiting access to areas where flash flooding might occur" pungkas pihak Waymo.