Wasit Wilton Sampaio Tuai Kecaman pada Laga Belanda Melawan Marokko
Kepemimpinan wasit asal Brasil, Wilton Pereira Sampaio, memicu kemarahan publik setelah dinilai membiarkan permainan fisik keras Maroko tanpa hukuman kartu pada babak pertama laga babak 16 besar Piala Dunia melawan Belanda, Selasa, 30 Juni 2026.
Pertandingan yang sementara berakhir imbang 0-0 di paruh pertama tersebut diwarnai sejumlah insiden benturan fisik yang menimpa bek Belanda, Jan Paul van Hecke. Insiden pertama terjadi pada menit ke-25 ketika gelandang Maroko, Azzedine Ounahi, terlihat mengayunkan sikutnya dan mengenai wajah Van Hecke dalam sebuah duel udara.
Pelatih Belanda, Ronald Koeman, sempat melayangkan protes keras dari pinggir lapangan akibat pelanggaran tersebut, namun wasit Sampaio maupun video assistant referee (VAR) sama sekali tidak memberikan sanksi kartu. Kejadian berikutnya menimpa Van Hecke yang mengalami luka berdarah di kepala setelah berbenturan dengan kaki Noussair Mazraoui saat situasi tendangan sudut.
Kritik tajam atas performa perangkat pertandingan juga disampaikan oleh komentator media NOS, Jeroen Grueter, yang menganggap tindakan Ounahi merupakan kesengajaan yang seharusnya ditinjau ulang oleh VAR.
"De middenvelder van Marokko speelt de vermoorde onschuld. De scheidsrechter heeft niets gezien." ujar Jeroen Grueter, Komentator NOS.
Grueter menambahkan bahwa pemain tengah Maroko tersebut secara sadar memutar badannya agar dapat mengarahkan sikut kanan ke arah lawan.
"Hij draait zijn lichaam er zodanig in dat hij met zijn rechterelleboog kan uitdelen. Dit is een slaande beweging en de videoscheidsrechter moet hiernaar kijken. Dat lijkt niet te gebeuren.
Hij gebruikt zijn arm als wapen in het duel en doet dat bovonden volkomen bewust. Dit was met opzet." kata Jeroen Grueter, Komentator NOS.
Selain komentator resmi, jurnalis Jeroen Kapteijns melalui media sosial X turut mengecam keputusan wasit yang enggan mengeluarkan kartu serta performa VAR yang dianggap pasif selama turnamen berlangsung.
"Een vuile overtreding van de nummer 8 van Marokko Ounahi die Van Hecke een elleboog op het gezicht geeft, maar de Braziliaanse scheidsrechter bedekt het met de mantel der liefde, geeft een vrije trap, maar houdt de kaarten op zak. De VAR geeft weer niet thuis, zoals vaker dit WK." cetus Jeroen Kapteijns, Jurnalis.
Ketegangan di lapangan kembali meningkat menjelang akhir babak pertama ketika wasit Sampaio langsung meniup peluit pelanggaran menyerang saat penyerang Belanda, Brian Brobbey, berdiri dekat dengan penjaga gawang Maroko, Yassine Bounou.