Persija Patok Target Juara Super League dan League Cup 2026
Persija Jakarta mengincar gelar juara pada dua kompetisi sepak bola nasional musim 2026-2027, yakni Super League dan League Cup. Manajemen klub bersama pelatih Shin Tae-yong bersiap menghadapi tantangan fisik dan tantangan jadwal pertandingan sejak awal musim.
Presiden Persija Jakarta Mohamad Prapanca menegaskan ambisi klub ibu kota tersebut untuk meraih seluruh trofi yang tersedia pada musim ini. Langkah ini diambil untuk mengakhiri dahaga gelar liga yang telah berlangsung selama delapan tahun.
"Kami mau mencoba dapatkan semua," kata Mohamad Prapanca, Presiden Persija Jakarta.
Prapanca menjelaskan bahwa target tinggi tersebut membutuhkan kondisi puncak dari seluruh lini skuad sepanjang musim. Evaluasi mendalam terus dilakukan bersama tim kepelatihan demi meminimalkan risiko cedera dan penurunan performa pemain.
"Ya ini yang kami masih evaluasi dengan tim pelatih," ujar Prapanca.
"Tapi kan (potensi) risikonya juga harus ada karena kan materi pemain ini harus semua harus dalam kondisi peak," jelas Prapanca.
Guna menyokong finansial klub dalam mengarungi dua kompetisi, Macan Kemayoran resmi memperpanjang kemitraan dengan sponsor Se'Indonesia hingga musim 2027-2028. Penandatanganan kesepakatan dilakukan di Persija Galeri pada Jumat, 14 Agustus 2026.
"Bagi Persija, keberlanjutan kerja sama dengan Se’Indonesia menjadi sesuatu yang sangat kami apresiasi," ujar Prapanca.
"Kami menyambut baik kepercayaan Se’Indonesia untuk kembali berjalan bersama Persija dalam dua tahun ke depan. Kami optimistis kolaborasi kami bisa memberikan efek positif yang lebih luas lagi bagi ekosistem Persija,” lanjut Prapanca.
Melalui kesepakatan anyar tersebut, logo Se'Indonesia dipastikan tetap bertengger di bagian pundak kanan dan kiri jersey tanding Persija. Pihak sponsor menilai kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam membangun ekosistem olahraga nasional.
"Melanjutkan kerja sama dengan Persija merupakan bentuk komitmen kami untuk terus mendukung kemajuan sepak bola Indonesia," ujar Rinaldi Dharma Utama, CEO & Co-Founder Se’Indonesia.
"Kami percaya klub dan brand lokal memiliki ruang yang sama untuk terus berkembang dan meningkatkan performa agar dapat bersaing di tingkat yang lebih tinggi," tambah Rinaldi.
Kesiapan teknis Persija langsung diuji pada pekan-pekan awal Super League 2026/2027. Skuad racikan Shin Tae-yong dijadwalkan bertandang ke markas Borneo FC di Samarinda pada 5 September 2026, sebelum menjamu Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 12 September 2026.
Ketua Umum The Jakmania Muhammad Aditya Putra mengaku telah berdiskusi langsung dengan Shin Tae-yong terkait kesiapan tim melakoni dua laga berat di awal musim tersebut.
"Kemarin saat acara Bank Jakarta, saya sempat ngobrol dengan Shin Tae-yong. Saya bertanya, 'Coach, dua pertandingan pertama kita melawan Borneo dan Persib, siap?'" ungkap Muhammad Aditya Putra, Ketua Umum The Jakmania.
Menurut Aditya, juru taktik asal Korea Selatan tersebut merespons pertanyaan dengan penuh keyakinan untuk berjuang bersama suporter.
"Shin Tae-yong menjawab siap. 'Ayo, kita Persija dan Jakmania fight bareng-bareng'," lanjut Aditya.
Laga tandang melawan Borneo FC menjadi sorotan khusus lantaran Persija memiliki rekor minor saat bermain di Samarinda. Jakmania menuntut tim untuk memutus catatan buruk tersebut demi mengamankan poin di awal musim.
"Jadi, tinggal dibuktikan dengan performa yang bagus di awal liga. Apalagi ada catatan bahwa kita hampir tidak pernah menang di Samarinda ketika menghadapi Borneo FC. Itu tradisi yang harus diputus!" tegas Aditya.
Aditya meminta para pemain untuk tetap fokus menghadapi setiap pertandingan secara bertahap tanpa terbeban ekspetasi juara yang terlalu dini.
"Yang penting fokus dari pertandingan ke pertandingan. Betul, kemenangan di laga awal itu wajib. Semoga kalau performanya bagus, kita bisa terus optimistis sampai akhirnya menjadi juara," pungkas Aditya.